Monday, 28 Zulqaidah 1443 / 27 June 2022

Hamas Serukan Warga Palestina Intensifkan Ibadah di Al-Aqsa

Ahad 15 May 2022 19:17 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Friska Yolandha

Juru bicara Gerakan Hamas, Hazem Qasem, menyampaikan seruan bagi warga Palestina untuk mengintensifkan kehadiran dan ibadah di Masjid al-Aqsa.

Juru bicara Gerakan Hamas, Hazem Qasem, menyampaikan seruan bagi warga Palestina untuk mengintensifkan kehadiran dan ibadah di Masjid al-Aqsa.

Foto: AP/Mahmoud Illean
Warga Palestina diimbau untuk lebih sering mengunjungi Al-Aqsa.

REPUBLIKA.CO.ID, JERUSALEM -- Juru bicara Gerakan Hamas, Hazem Qasem, menyampaikan seruan bagi warga Palestina untuk mengintensifkan kehadiran dan ibadah di Masjid al-Aqsa. Diketahui, kelompok radikal Yahudi sebelumnya mengeluarkan ajakan untuk menyerbu Al Aqsa hari ini, Ahad (15/5/2022), sebagai tanda peringatan Nakba, di bawah perlindungan otoritas pendudukan Israel. Aksi ini dinilai sebagai sebuah eskalasi yang serius.

"Panggilan ini bertujuan untuk memprovokasi perasaan rakyat Palestina dan dunia Arab dan Muslim, serta mendorong konflik terbuka. Pendudukan Israel memikul tanggung jawab penuh atas dampaknya," kata dia dikutip di AhlulBayt News Agency (ABNA), Ahad.

Baca Juga

Juru bicara Hamas menekankan serangan berulang-ulang ke kompleks Al Aqsa tidak lebih dari upaya putus asa Israel, yang tidak akan berhasil memaksakan fait accompli baru, maupun mengubah fakta sejarah bahwa masjid itu adalah milik Palestina, Arab, dan Muslim.

Lebih lanjut, dia mengatakan semua kebijakan agresif yang diadopsi oleh pendudukan Israel tidak akan berhasil menegakkan pembagian temporal dan spasial di Masjid Al-Aqsa.

"Kami menekankan, rakyat Palestina akan memenangkan pertempuran atas Masjid Al-Aqsa,” lanjutnya.

Selanjutnya, ia juga meminta kepada warga Palestina al-Quds, Tepi Barat, dan wilayah Palestina yang diduduki pada 1948, untuk sering mengunjungi Masjid al-Aqsa. Hal ini perlu untuk menggagalkan skema jahat Israel terhadap situs suci Muslim itu.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA