Monday, 15 Syawwal 1443 / 16 May 2022

Demokrat Masih Tunggu Gabung Koalisi Indonesia Bersatu atau Bentuk Poros Baru

Sabtu 14 May 2022 15:05 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Andri Saubani

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah) bersama Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (kanan) dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa (kiri) berfoto bersama saat melakukan pertemuan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/5/2022). Pertemuan tersebut dalam rangka silaturahmi lebaran 1443 Hijriah sekaligus membahas tentang koalisi persatuan antara Partai Golkar, PAN dan PPP. Republika/Thoudy Badai

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah) bersama Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (kanan) dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa (kiri) berfoto bersama saat melakukan pertemuan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/5/2022). Pertemuan tersebut dalam rangka silaturahmi lebaran 1443 Hijriah sekaligus membahas tentang koalisi persatuan antara Partai Golkar, PAN dan PPP. Republika/Thoudy Badai

Foto: Republika/Thoudy Badai
Demokrat menghargai terbentuknya koalisi Golkar-PAN-PPP.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Kamhar Lakumani menghargai telah terbentuknya Koalisi Indonesia Bersatu yang terdiri dari Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Adapun pihaknya saat ini masih menunggu pembicaraan terkait koalisi tersebut.

"Mesti ada penjajakan dan pembicaraan lebih lanjut untuk sampai pada keputusan ikut bergabung atau membentuk poros baru," ujar Kamhar saat dihubungi, Sabtu (14/5/2022).

Baca Juga

Partai Demokrat, jelas Kamhar, berusaha mencegah terjadinya polarisasi masyarakat yang terjadi pada pemilihan umum (Pemilu) 2019. Agar hal tersebut tak terulang, harus ada setidaknya tiga poros pada kontestasi di 2024.

"Kita juga berharap agar terjadi pendewasaan politik dengan tidak mengeksploitasi politik identitas secara berlebihan dan menempatkan kontestasi politik sebagai kawan bertanding bukan sebagai musuh. Cara pandang seperti ini yang mesti dipedomani agar pemilu 2024 nanti bisa berjalan secara demokratis," ujar Kamhar.

"Kami memiliki kesamaan pandangan dan komitmen untuk menghindari pembelahan pada 2024 nanti agar tak hanya terbentuk dua poros yang bisa kembali memicu dan melanggengkan pembelahan di masyarakat seperti pengalaman pemilu sebelumnya. Ini selalu ditegaskan Mas Ketum AHY pada berbagai kesempatan," sambungnya.

Diketahui, Partai Golkar, PAN, dan PPP resmi membentuk Koalisi Indonesia Bersatu untuk Pemilu 2024. Kendati demikian, Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa mengatakan tetap adanya peluang partai lain yang ingin bergabung.

"Kemungkinan nambah pasti lah," singkat Suharso menjawab pertanyaan wartawan di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (12/5/2022).

Sebelum itu, ia menyampaikan bahwa pengumuman koalisi yang lebih awal akan menghadirkan hubungan yang lebih baik. "Kita ingin menunjukkan atau mendemonstrasikan sebuah kerja sama yang jauh lebih awal dan lebih cantik itu antarsesama parpol. Untuk saling mengisi dan untuk saling memperkuat kebersamaan," ujar Suharso.

Ia mengatakan, PPP, Partai Golkar, dan PAN memiliki pertemanan yang akrab sejak reformasi. Harapannya untuk kerja sama ke depan akan menghadirkan Indonesia yang jauh dari politik identitas.

Selain itu, ketiga partai juga bersepakat untuk menyukseskan pemerintahan Presiden Joko Widodo di sisa periodenya. Pemerintahan ini harus menghadirkan warisan yang baik untuk kepemimpinan berikutnya.

"Kita harus selesai dengan tuntas dan dengan baik melahirkan legacy-legacy bagi rakyat dan bangsa sampai dengan masa jabatan 2024 ini. Tentu banyak hal yan baik dan bagus yang patut untuk dilanjutkan di masa yang akan datang," ujar Suharso.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA