Saturday, 22 Muharram 1444 / 20 August 2022

Penerima Dosis Ketiga Vaksin COVID-19 Capai 41,9 Juta Orang

Kamis 12 May 2022 21:18 WIB

Red: Friska Yolandha

Masyarakat Indonesia yang telah menjalani vaksinasi COVID-19 dosis ketiga sebagai penguat atau booster mencapai 41.955.944 orang dengan tambahan 352.178 orang pada Kamis, berdasarkan data yang diterima dari Satuan Tugas Penanganan COVID-19.

Masyarakat Indonesia yang telah menjalani vaksinasi COVID-19 dosis ketiga sebagai penguat atau booster mencapai 41.955.944 orang dengan tambahan 352.178 orang pada Kamis, berdasarkan data yang diterima dari Satuan Tugas Penanganan COVID-19.

Foto: ANTARA/Irwansyah Putra
Akumulasi penerima vaksin dosis kedua mencapai 165.969.135 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masyarakat Indonesia yang telah menjalani vaksinasi COVID-19 dosis ketiga sebagai penguat atau booster mencapai 41.955.944 orang dengan tambahan 352.178 orang pada Kamis, berdasarkan data yang diterima dari Satuan Tugas Penanganan COVID-19. Menurut data yang diterima di Jakarta pada Kamis (12/5/2022) itu, terjadi juga peningkatan penerima dosis kedua sebanyak 129.279 orang. Dengan demikian sejauh ini terakumulasi 165.969.135 orang yang telah menjalani vaksinasi kedua.

Penduduk Indonesia penerima dosis pertama kini telah mencapai 199.450.667 orang atau bertambah 54.813 orang dibandingkan Rabu (11/5). Sebelumnya, total 208.265.720 orang ditargetkan menjalani vaksinasi COVID-19 di Indonesia untuk mendapatkan kekebalan komunal atau herd immunity dari penyakit yang menyerang pernapasan tersebut.

Baca Juga

Selain penambahan penerima vaksin COVID-19, Satgas Penanganan COVID-19 juga melaporkan masih terjadi peningkatan pasien baru setelah pada hari ini 335 orang terkonfirmasi positif COVID-19. Adanya kasus baru itu disertai pula peningkatan pasien sembuh sebanyak 785 orang dan 14 orang meninggal dunia.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan akan mengintegrasikan sistem pencatatan riwayat imunisasi anak ke dalam aplikasi digital PeduliLindungi, yang sebelumnya digunakan untuk penanganan COVID-19, untuk mempermudah penelusuran bagi berbagai pihak yang berkepentingan. Kemenkes berinisiatif mengadopsi sistem vaksinasi COVID-19 berbasis digital secara penuh untuk diterapkan pada pencatatan rekam jejak imunisasi pada anak. Sehingga, sertifikat vaksin dibuat digital dan ditaruh di aplikasi PeduliLindungi.

"Kita ulangi sukses vaksinasi COVID-19 dengan cara meregister, mendaftarkan dan menyimpan data vaksinasi individu secara digital," ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers virtual Kemenkes RI yang diikuti dari Jakarta, Kamis.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA