Monday, 28 Zulqaidah 1443 / 27 June 2022

Israel Berjanji Selidiki Kematian Jurnalis Abu Akleh

Kamis 12 May 2022 15:26 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Friska Yolandha

Layar luar ruangan menunjukkan gambar jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh dan bahasa Arab yang berbunyi, selamat tinggal Shireen, suara Palestina, di pusat kota Ramallah, Tepi Barat, Rabu, 11 Mei 2022.

Layar luar ruangan menunjukkan gambar jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh dan bahasa Arab yang berbunyi, selamat tinggal Shireen, suara Palestina, di pusat kota Ramallah, Tepi Barat, Rabu, 11 Mei 2022.

Foto: AP Photo/Nasser Nasser
Israel tengah menyelidiki semua personel yang terlibat dalam operasi di Jenin.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz berjanji akan melakukan penyelidikan komprehensif atas terbunuhnya jurnalis Aljazirah, Shireen Abu Akleh, saat tengah meliput operasi pasukan Israel di kamp pengungsi Palestina di Jenin, Tepi Barat, Rabu (11/5/2022). Dia mengatakan, semua bagian dari penyelidikan akan dipublikasikan.

“Kami mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Saya tidak memiliki kesimpulan akhir,” kata Gantz kepada awak media pada Rabu malam.

Baca Juga

Gantz mengaku turut menyesali insiden penembakan yang menyebabkan Abu Akleh tewas. “Saat ini kami tidak tahu apa penyebab langsung kematian Shireen. Kami sangat tegas untuk melakukan penyelidikan skala penuh atas proses ini, dan kami berharap mendapatkan kerja sama Palestina dalam masalah ini. Tanpa laporan temuan patologis serra temuan forensik, akan sangat sulit bagi kami untuk mengetahui apa yang terjadi di lapangan,” ucapnya. 

Terkait kerja sama, Gantz meminta pejabat atau otoritas Palestina menyerahkan peluru yang menyebabkan Abu Akleh terbunuh. Pasca penembakan, Abu Akleh memang dilarikan ke rumah sakit Palestina.

Gantz mengungkapkan, saat ini Israel pun tengah menyelidiki semua personel yang terlibat dalam operasi di Jenin. “Sejauh ini kami belum memiliki kesimpulan akhir,” ujarnya.

Abu Akleh (51 tahun), jurnalis berkebangsaan Palestina dan berkewarganegaraan AS, tewas tertembak di kepala saat sedang meliput operasi penggerebekan pasukan Israel di Jenin, Tepi Barat. Seorang penyiar dan dua wartawan yang ada bersamanya saat kejadian menuding pasukan Israel yang menembaknya.

Militer Israel membantah bertanggung jawab. Mereka justru menyebut bahwa Abu Akleh tewas akibat peluru nyasar yang ditembakkan militan Palestina. Namun panglima militer Israel, Letnan Jenderal Aviv Kohavi, kemudian menarik pernyataan terkait militan Palestina. Dia mengatakan, tidak jelas siapa yang menembakkan peluru mematikan itu.

PBB, Uni Eropa, dan AS telah mengutuk aksi pembunuhan Abu Akleh. Mereka menyerukan adanya penyelidikan independen untuk mengusut kasus tersebut. Abu Akleh dilaporkan akan dimakamkan di tempat kelahirannya, yakni di Yerusalem, pada Kamis (12/5/2022).

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA