Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

Dinasti Marcos Kembali Berkuasa

Rabu 11 May 2022 13:18 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha

Pendukung Ferdinand Bongbong Marcos Jr. menunjukkan tanda kemenangan saat mereka merayakannya di sepanjang jalan di Mandaluyong, Filipina pada Selasa 10 Mei 2022. Kemenangan telak Marcos Jr dalam pemilihan presiden Filipina menimbulkan kekhawatiran segera tentang erosi lebih lanjut demokrasi di kawasan, dan dapat memperumit upaya Amerika untuk menumpulkan pengaruh dan kekuatan China yang berkembang di Pasifik.

Pendukung Ferdinand Bongbong Marcos Jr. menunjukkan tanda kemenangan saat mereka merayakannya di sepanjang jalan di Mandaluyong, Filipina pada Selasa 10 Mei 2022. Kemenangan telak Marcos Jr dalam pemilihan presiden Filipina menimbulkan kekhawatiran segera tentang erosi lebih lanjut demokrasi di kawasan, dan dapat memperumit upaya Amerika untuk menumpulkan pengaruh dan kekuatan China yang berkembang di Pasifik.

Foto: AP Photo/Aaron Favila
Marcos berhasil mengalahkan lawan terberatnya mantan Wakil Presiden Leni Robredo.

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -- Ferdinand Marcos Jr atau yang dikenal Bongbong memenangi pemilihan umum Filipina. Putra mendiang diktator Ferdinand Marcos itu duduk di kursi kekuasaan 36 tahun setelah rakyat Filipina menumbangkan ayahnya lewat revolusi.

Bongbong berhasil mengalahkan lawan terberatnya mantan Wakil Presiden Leni Robredo. Ia menjadi kandidat pertama dalam beberapa dekade terkahir yang memenangkan mayoritas langsung pemilihan presiden Filipina. Bongbong membawa kembali dinasti Marcos ke tampuk kekuasaan.

Baca Juga

Marcos diasingkan ke Hawaii bersama keluarganya selama revolusi rakyat tahun 1986. Gejolak politik itu mengakhiri 20 tahun kekuasaan otokratik ayahnya. Ia kemudian kembali ke Filipina pada tahun 1991 lalu menjabat sebagai anggota Kongres dan Senat.

Dengan hampir 98 persen surat surat sah yang telah dihitung kemenangan Marcos sudah hampir dipastikan. Ia meraup 31 juta juta suara. Jumlah ini dua kali lipat dibandingkan Robredo. Hasil pemilihan resmi diperkirakan akan diumumkan pada akhir bulan.

"Ada ribuan orang seperti anda di luar sana, para sukarelawan, kelompok-kelompok pararel, pemimpin politik yang telah memberikan suaranya dengan kami karena keyakinan kami pada pesan persatuan kami," kata Marcos dalam pidato yang disiarkan secara langsung di Facebook, Selasa (10/5/2022).

Marcos yang berusia 64 tahun mengkampanyekan persatuan. Pengamat politik mengatakan tidak mungkin pemerintahannya akan menjalankan hal itu walaupun ia hampir menang telak.

Saham Filipina turun 3 persen pada Selasa ini sebelum memangkas kerugian. Jatuhnya harga saham sejalur dengan melemahnya ekuitas global, walaupun sejumlah anlis berpendapat kemungkinan juga disebabkan belum jelasnya kebijakan Marcos.

"Investor ingin melihat tim ekonominya," kata kepala strategi pasr BDO Unibank Jonathan Ravelas di Manila. Sementara itu nilai mata uang peso naik 0,4 persen terhadap dollar AS.

Banyak yang tidak mendukung Bongbong marah dengan kemenangannya. Mereka menilai keluarga Marcos mencoba untuk mengubah narasi sejarah yang sebenarnya. Ribuan oposisi Ferdinand Marcos Sr menderita atas persekusi yang dilakukan negara selama masa darurat militer 1972 hingga 1981.

Nama keluarga Marcos identik dengan kronisme, penjarahan kekayaan negara dan hidup mewah dengan uang tersebut. Keluarga itu membantah tuduhan tersebut dan banyak pendukung, blogger dan pemengaruh media sosial mengatakan sejarah telah dibelokan.

 

Marcos Sr telah meninggal dunia pada 28 September 1989 di usia 72 tahun di Honolulu, Hawaii. Istrinya, Imelda Marcos kini berusia 92 tahun. Imelda dikenal mengoleksi lebih dari 3.000 pasang sepatu mewah.  

 

sumber : Reuters/AP
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA