Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

Mentan: Wabah PMK Ternak tak Menular ke Manusia, Kita Siap Berantas

Selasa 10 May 2022 06:49 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Ferry kisihandi

Menyikapi kejadian munculnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Gresik, Sidoarjo, Mojokerto dan Lamongan, Kementerian Pertanian secara aktif telah melakukan upaya pencegahan terjadinya penyebaran dan tracing penyakit ini.

Menyikapi kejadian munculnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Gresik, Sidoarjo, Mojokerto dan Lamongan, Kementerian Pertanian secara aktif telah melakukan upaya pencegahan terjadinya penyebaran dan tracing penyakit ini.

Foto: istimewa
Pemprov Jatim bersama Kementan akan melakukan sejumlah langkah komprehensif.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA - Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) berupaya mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan. Hal ini menyusul adanya hewan ternak yang terjangkit penyakit PMK di sejumlah daerah Jatim. 

Meski memiliki tingkat penyebaran yang cepat pada hewan, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menegaskan, penyakit ini tidak menular ke manusia. Untuk itu, selain melakukan sejumlah strategi menekan penyebarannya ke ternak, ia meminta tak ada kekhawatiran dan kepanikan berlebih di tengah masyarakat. 

“Kita harus maksimal melakukan sosialisasi kepada masyarakat, penyakit ini tidak menular pada manusia dan pernyataan ini diperkuat Menteri Kesehatan pada rapat terbatas bersama Presiden tadi dan ini menjadi hal yang sangat penting” kata Syahrul dalam pernyataan resminya, Selasa (10/5/2022).

Selain mendukung penuh upaya pemberantasan dengan menugaskan tim untuk mengecek kondisi lapangan, SYL juga mengatakan bahwa pihaknya melalui Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) di Surabaya tengah melakukan penelitian lanjutan untuk memastikan tingkat dan jenis serotype PMK yang teridentifikasi di sejumlah daerah di Jatim ini. 

“PMK ini masih dalam penelitian lab veteriner kita di Surabaya secara maksimal, sehingga kita bisa identifikasi ini pada level berapa, jenisnya seperti apa, kita harap hari ini atau besok akan keluar hasilnya,” kata dia. 

Syahrul memerinci, dengan hasil laboratorium tersebut, pemerintah akan lebih mudah menentukan vaksin yang tepat. Ia berharap penentuan vaksin dapat memanfaatkan sumber daya yang ada di dalam negeri. dengan ini ia memastikan penanggulangan PMK dapat berjalan lebih efektif dan efisien. 

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meminta agar media membantu upaya pemerintah mengedukasi masyarakat terkait PMK. Hal ini agar tidak ada kekhawatiran berlebih yang akan menimbulkan kepanikan ditengah masyarakat terkait penyakit ini. 

“Pak Mentan dan Pak Menkes bilang tidak menular ke manusia, saya seringkali bilang, pendekatan pentahelix maka media dan pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, dan private sector tolong bantu disampaikan bahwa PMK tidak menular ke manusia” tegasnya. 

Khofifah menyebut, pihaknya bersama Kementan akan melakukan sejumlah langkah komprehensif untuk memastikan penyebaran PMK tidak meluas di Jatim. Pemerintah menerapkan isolasi berbasis kandang dan menggandeng banyak pihak lainnya, agar bantuan obat - obatan yang diberikan Kementan dapat tersalurkan secara maksimal. 

“Isolasinya berbasis kandang, karantina berbasis kandang jadi yang sudah ada gejalanya jangan dibawa keluar kandang, kita koordinasikan dengan Pak Mentan supaya ketersediaan obat-obatan, analgesik, antibiotik, dan vitamin tercukupi, saya minta ke ikatan alumni FKH Unair turunkan tim lebih banyak supaya penyuntikan lebih masif,” katanya.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA