Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

85 Personel Dikerahkan Cari Penerbang Paralayang Hilang di Agam

Sabtu 07 May 2022 19:10 WIB

Red: Agus Yulianto

Wisatawan duduk pada landasan menonton terbang tandem dengan paralayang. (Ilustrasi)

Wisatawan duduk pada landasan menonton terbang tandem dengan paralayang. (Ilustrasi)

Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Diperkirakan korban tidak bisa melihat tempat turun akibat kabut tebal di daerah itu.

REPUBLIKA.CO.ID, LUBUKBASUNG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumbar, menyatakan, 85 orang dikerahkan mencari penerbang paralayang asal Pekanbaru, Riau yang hilang kotak di Jorong Buaian Lawang, Nagari Lawang, Kecamatan Matur, Jumat (6/5), sekitar pukul 11.00 WIB.

"85 orang petugas ini mencari keberadaan Galih Gani Irawan (16), warga Komplek Rajawali V Lanud Roesmin NurjadinPekanbaru itu, yang hilang kontak pada Jumat (6/5) sore dan tim ini mencari keberadaan korban pada Sabtu," kata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Agam Rinaldi, Sabtu (7/5/2022).

Dia mengatakan, 85 orang itu berasal dari BPBD Agam empat orang, DPMN Agam tiga orang, PMI Agam delapan orang, Pemerintah Kecamatan Matur lima orang. Selain itu, Basarnas Pos Kabupaten Limapuluh Kota 10 orang, Kodim 0304 Agam lima orang, Polres Agam delapan orang, KSB Balingka dua orang, L'Towing lima orang, Bukittinggi Rescue Team (BRT) Bukittinggi empat orang, Satpol PP dua orang, pemerintah nagari empat orang dan lainnya.

"Tim gabungan mencari keberadaan di sekitar kawasan hutan di Palembayan, Tanjungraya dan Matur," katanya.

Dia menambahkan, pencarian dilakukan dengan cara menelusuri kawasan hutan itu pada Sabtu pagi. Pada Sabtu pagi, daerah itu sempat diselimuti kabut dan gerimis.

"Kita telah mencoba mencari keberadaan korban pada Jumat (6/5) malam," katanya.

Dia menyampaikan, korban beserta pengunjung lainnya terbang dari Objek Wisata Puncak Lawang Kecamatan Matur pada Jumat (6/5), sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, korban menikmati keindahan Danau Maninjau dari udara dan sekitar pukul 15.00 WIB, korban hilang kontak dengan tim pengawas di Puncak Lawang.

Tim pengawas mencoba menghubungi, namun tidak membuahkan hasil, sehingga melaporkan ke Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Agam, sekitar pukul 19.00 WIB. "Diperkirakan korban tidak bisa melihat tempat turun atau landing akibat kabut tebal melanda daerah itu," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA