Monday, 28 Zulqaidah 1443 / 27 June 2022

Idul Fitri, Presiden Italia Sampaikan Pesan Hangat kepada Umat Muslim

Kamis 05 May 2022 03:45 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Esthi Maharani

Presiden Republik Italia Sergio Mattarella menyinggung soal islamofobia dan pentingnya melawan hal tersebut.

Presiden Republik Italia Sergio Mattarella menyinggung soal islamofobia dan pentingnya melawan hal tersebut.

Foto: Antara/Yudhi Mahatma
Presiden Italia Sergio Mattarella menyinggung pentingnya melawan islamofobia

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Presiden Italia Sergio Mattarella menyampaikan pesan hangat kepada umat Muslim di Italia yang merayakan Hari Raya Idul Fitri 1443 H. Dalam pernyataan tersebut, dia juga menyinggung soal islamofobia dan pentingnya melawan hal tersebut.

"(Saya sampaikan) harapan terhangat kepada semua orang yang menganut agama Islam di Italia untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri yang bahagia dan damai," kata dia seperti dilansir Arab News, Rabu (4/5).

Dalam kesempatan itu, Presiden Mattarella juga meminta kepada semua lembaga politik dan agama di negara itu, termasuk sekolah dan keluarga, untuk berkomitmen mendidik orang-orang tentang saling menghormati dan melawan hasutan kebencian dan kekerasan, seperti yang ditentukan oleh prinsip-prinsip konstitusi Italia.

Mattarella menuturkan, rakyat Italia harus bahu-membahu membangun yang tangguh dan memiliki kemampuan untuk menolak berbagai sikap diskriminatif. Dia juga menekankan, sikap menentang segala bentuk diskriminasi dan intoleransi merupakan kewajiban moral.

"Ini adalah kewajiban moral yang kita semua miliki terutama terhadap generasi muda. Bersama mereka dan untuk mereka, kita harus bersama-sama membangun masyarakat yang kuat dan tangguh yang mampu menolak dan mengutuk segala bentuk intoleransi dan diskriminasi," tutur dia.

Mattarella menambahkan, perayaan Idul Fitri yang menandai akhir bulan suci Ramadhan mengajak semua pihak untuk merenungkan peran menentukan yang dapat dimainkan oleh agama sebagai kendaraan perdamaian, perjumpaan dan berbagi antara individu dan masyarakat. Ini tentunya menjadi penting bagi komunitas internasional.

"Khususnya ketika kita menyaksikan setiap hari adegan tidak manusiawi dan kehancuran yang datang kepada kita dari medan perang dan krisis kemanusiaan," kata dia.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA