Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

Rusia Serang Stasiun Kereta Ukraina yang Pasok Senjata

Kamis 05 May 2022 01:05 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Esthi Maharani

Dua roket Rusia menghantam sebuah stasiun kereta api di Kramatorsk, sebuah kota di wilayah Donetsk, Ukraina.

Dua roket Rusia menghantam sebuah stasiun kereta api di Kramatorsk, sebuah kota di wilayah Donetsk, Ukraina.

Foto: Antara
Rusia sebut telah menonaktifkan enam stasiun kereta api di Ukraina.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada Rabu (4/5/2022), bahwa telah menonaktifkan enam stasiun kereta api di Ukraina. Stasiun-stasiun tersebut diklaim digunakan untuk memasok senjata buatan Barat untuk pasukan Ukraina di timur negara itu.

Moskow menonaktifkan stasiun kereta api dengan mengebom pasokan listrik menggunakan senjata berbasis udara dan laut berpresisi tinggi. Kementerian Pertahanan Rusia tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang jenis senjata buatan Barat yang dipasok ke pasukan Ukraina melalui stasiun-stasiun itu.

Kementerian Pertahanan Rusia juga mengatakan telah melumpuhkan 40 sasaran militer Ukraina. Dari fasilitas tersebut, terdapat empat depot yang menyimpan amunisi dan senjata artileri.

Kepala kereta api Ukraina Oleksandr Kamyshin sebelumnya mengatakan, serangan Rusia  menghantam enam stasiun kereta api di wilayah tengah dan barat Ukraina. Serangan tersebut menimbulkan kerusakan parah.

Baca juga : Silaturahim Sandi ke PKS dan PAN Dinilai Terkait Pilpres

Kurang lebih sebanyak 14 kereta tertunda karena serangan itu. Gubernur wilayah Dnipro Valentyn Reznichenko mengatakan, rudal Rusia menghantam infrastruktur kereta api di daerah itu, menyebabkan satu orang terluka dan mengganggu pergerakan kereta api.

Sedangkan militer Ukraina juga melaporkan serangan di jalur kereta api di wilayah Kirovohrad. Petugas  mengatakan ada korban yang tidak disebutkan jumlahnya.

Kereta api Ukraina telah memainkan peran penting dalam memindahkan orang, barang, dan perlengkapan militer selama perang karena jalan dan jembatan telah rusak. Bahkan jalur kereta pun menjadi salah satu pilihan ekspor barang yang mulai berjalan kembali.

Dengan pelabuhan laut Ukraina diblokir sejak perang dimulai, eksportir biji-bijian terbesar keempat di dunia itu terpaksa mengirim pengiriman dengan kereta api. Pengiriman ini melalui perbatasan baratnya atau melalui pelabuhan sungai kecil Danube ke Rumania.

Baca juga : Muslim Ukraina Rayakan Idul Fitri di Bawah Bayang-Bayang Bom Rusia

sumber : Reuters / AP
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA