Sunday, 27 Zulqaidah 1443 / 26 June 2022

Israel Blokir Aktivis Palestina-Amerika ke Luar Negeri

Senin 02 May 2022 10:45 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Yudha Manggala P Putra

Seorang peserta aksi dari lembaga kemanusiaan Aqsa Working Group (AWG) mengepalkan tangan saat mengikuti aksi Bela Al-Aqsa di depan Kedutaan Besar Amerika, Jakarta, Rabu (20/4/2022). Mereka meminta Amerika bersama negara barat turut serta mengutuk dan memberikan sanksi terhadap tindakan aparat keamanan Israel yang melakukan penyerangan terhadap umat muslim saat beribadah Ramadhan di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur.

Seorang peserta aksi dari lembaga kemanusiaan Aqsa Working Group (AWG) mengepalkan tangan saat mengikuti aksi Bela Al-Aqsa di depan Kedutaan Besar Amerika, Jakarta, Rabu (20/4/2022). Mereka meminta Amerika bersama negara barat turut serta mengutuk dan memberikan sanksi terhadap tindakan aparat keamanan Israel yang melakukan penyerangan terhadap umat muslim saat beribadah Ramadhan di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur.

Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja
srael dilaporkan telah mencegah direktur kelompok masyarakat sipil Palestina bepergia

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM - Israel dilaporkan telah mencegah direktur kelompok masyarakat sipil Palestina bepergian ke luar negeri. Ubai aboudi, kepala salah satu dari enam kelompok Palestina dilarang untuk menghadiri konferensi profesional di Meksiko.

Ubai Aboudi adalah kepala Bisan, salah satu dari enam kelompok Palestina yang tahun lalu ditetapkan Israel sebagai organisasi teroris. Para pejabat Israel menolak mengomentari larangan perjalanan tersebut.

Dalam sebuah wawancara, Aboudi mengatakan dia mencoba keluar dari Tepi Barat yang diduduki pekan lalu untuk melakukan perjalanan ke Forum Sosial Dunia, pertemuan tahunan kelompok masyarakat sipil yang tahun ini berlangsung di Meksiko. Namun dia mengatakan dia dihentikan oleh pejabat Israel di persimpangan ke Yordania.

"Saya diberitahu bahwa saya dilarang bepergian. Saya bertanya mengapa saya dilarang bepergian. Mereka bilang mereka tidak mau memberi tahu saya," katanya seperti dilansir laman Time of Israel, Senin (2/5/2022). Aboudi, yang merupakan warga negara AS, mengatakan bahwa hanya sebulan sebelumnya, ia melakukan perjalanan ke Yordania tanpa masalah.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Bisan adalah organisasi nirlaba yang berkomitmen untuk mempromosikan masyarakat Palestina berdasarkan kebebasan, keadilan, kesetaraan, dan martabat. Aboudi telah ditangkap di masa lalu oleh Israel dan Otoritas Palestina, yang mengelola wilayah otonomi Tepi Barat, karena aktivitas politiknya.

Bisan termasuk di antara enam kelompok hak asasi manusia Palestina yang tahun lalu secara efektif dilarang oleh Israel setelah menunjuk mereka sebagai organisasi teroris. Israel mengatakan kelompok-kelompok itu memiliki hubungan dengan Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP) — sebuah faksi kecil Palestina dengan sayap bersenjata yang telah melakukan serangan mematikan terhadap Israel. PFLP dianggap sebagai kelompok teroris oleh Israel dan sekutu Baratnya.

Tetapi Israel telah memberikan sedikit bukti yang mendukung klaimnya terhadap enam kelompok tersebut. Semua kelompok terus beroperasi, meskipun tindakan keras Israel telah mengkhawatirkan donor internasional dan menyebabkan beberapa memutuskan hubungan.

Aboudi mengatakan dia tidak memiliki hubungan dengan PFLP. Para aktivis mengatakan langkah Israel adalah upaya untuk membungkam kelompok-kelompok yang telah mendokumentasikan dugaan perlakuan kasar terhadap warga Palestina selama bertahun-tahun.

“Tidak ada penjelasan atas apa yang terjadi pada saya kecuali bahwa ini adalah upaya untuk membungkam suara Palestina,” kata Aboudi.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA