Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

TNI-Polri Tangkap Pembunuh Personel Babinsa dan Istri di Papua

Ahad 01 May 2022 06:41 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Ratna Puspita

Ilustrasi. Tim gabungan TNI-Polri telah menangkap pelaku penembakan prajurit TNI Sertu Eka Andrianto Hasugian dan istrinya Sri Lestari Indah Putri di Kabupaten Yalimo, Papua beberapa waktu lalu.

Ilustrasi. Tim gabungan TNI-Polri telah menangkap pelaku penembakan prajurit TNI Sertu Eka Andrianto Hasugian dan istrinya Sri Lestari Indah Putri di Kabupaten Yalimo, Papua beberapa waktu lalu.

Foto: Antara/Iwan Adisaputra
Sertu Eka dan istrinya dianiaya dan ditembak hingga meninggal oleh sekelompok orang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim gabungan TNI-Polri telah menangkap pelaku penembakan prajurit TNI Sertu Eka Andrianto Hasugian dan istrinya Sri Lestari Indah Putri di Kabupaten Yalimo, Papua, beberapa waktu lalu. Aparat keamanan pun melumpuhkan pelaku berinisial WT lantaran berusaha melarikan diri saat akan ditangkap.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Tatang Subarna mengatakan, WT yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polri karena aksi kejahatan lainnya dan juga anggota dari Kelompok Separatis Teroris (KST) di Papua itu, ditangkap di Kampung Dugume, Distrik Dugume, Kabupaten Lanny Jaya pada Sabtu (30/4/2022) sekitar pukul 07.40 WIT.

Baca Juga

"Saat akan ditangkap di Kampung Dugume, WT tiba-tiba melarikan diri menuju ke arah jurang, sehingga Tim Gabungan memberikan tembakan peringatan, karena tidak diindahkan maka ditembak untuk dilumpuhkan," kata Tatang dalam keterangannya di Jakarta, kemarin.

Tatang menjelaskan, penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari perintah Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman pada Kamis (31/3/2022) yang lalu kepada Pangdam XVII/Cenderawasih untuk mengejar pelaku pembunuhan dan dilanjutkan dengan melakukan proses secara hukum. "TNI AD bersama Polri tidak akan segan melakukan tindakan tegas dan terukur, terhadap gerombolan kelompok separatis teroris yang selama ini telah melakukan gangguan keamanan dan melakukan pembunuhan terhadap aparat pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat sipil," ujarnya.

Dia menambahkan, Jenderal Dudung pun menyampaikan apresiasi atas penangkapan WT. "Apresiasi dari Bapak Kasad atas gerak cepat dan kerja keras oleh tim gabungan yang berhasil menangkap pelaku pembunuhan tersebut," kata Tatang.

Selain itu, Tatang menuturkan, keberadaan TNI di Papua merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mempercepat pembangunan dan kesejahteraan bagi masyarakat Papua sehingga sejajar dengan wilayah lainnya. Olej karena itu, ia pun mengajak seluruh elemen bangsa di Papua untuk bersama-sama mewujudkannya.

"Mari bersama kita wujudkan Papua yang damai, aman dan nyaman untuk menuju Papua yang maju serta sejahtera," katanya.

Sebelumnya, Sertu Eka adalah bintara pembina desa (Babinsa) di Pos Koramil Distrik Elelim, Kabupaten Yalimo. Ia dan istrinya dianiaya dan ditembak hingga meninggal oleh sekelompok orang yang belum diketahui identitasnya pada Kamis (31/3/2022) lalu sekitar pukul 06.00 WIT.

Akibatnya, Eka meninggal di tempat akibat luka tembak. Sedangkan istrinya, Sri Lestari, kehilangan nyawanya akibat luka benda tajam. Bahkan anak mereka, Elvano Putra (2,5 tahun), dua jarinya putus akibat terkena tebasan senjata tajam saat berada dalam gendongan ibunya.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA