Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

Pakar: Penderita Diabetes Berisiko 2 Kali Lipat Terkena Serangan Jantung

Jumat 22 Apr 2022 22:32 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Warga mengikuti pemeriksaan gula darah gratis dalam rangka Hari Diabetes Sedunia. Penyakit Diabetes merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula (glukosa) di dalam darah manusia. Jika dibiarkan tidak diperiksa, diabetes dapat menyebabkan komplikasi serius dan dapat menyebabkan resiko kematian lebih cepat dari seharusnya.

Warga mengikuti pemeriksaan gula darah gratis dalam rangka Hari Diabetes Sedunia. Penyakit Diabetes merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula (glukosa) di dalam darah manusia. Jika dibiarkan tidak diperiksa, diabetes dapat menyebabkan komplikasi serius dan dapat menyebabkan resiko kematian lebih cepat dari seharusnya.

Foto: Prayogi/Republika.
Pakar menyebut diabetes sebabkan kebutaan, gagal ginjal, amputasi tungkai bawah

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Penyakit Diabetes merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula (glukosa) di dalam darah manusia. Jika dibiarkan tidak diperiksa, diabetes dapat menyebabkan komplikasi serius dan dapat menyebabkan resiko kematian lebih cepat dari seharusnya. 

Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Siloam Hospitals Sriwijaya, dr. Ketherine Sp.PD., diabetes adalah salah satu dari 8 penyakit utama yang mengakibatkan kematian pada orang dewasa. Menderita diabetes memperbesar kemungkinan dua kali lebih besar terkena serangan jantung. 

"Pada usia dewasa, yaitu diantara usia 30 hingga 40 tahun, kami sarankan agar memulai kebiasaan deteksi dini guna mengetahui ada atau tidaknya faktor penyebab timbulnya diabetes", tutur dokter Ketherine dalam kesempatan edukasi bincang sehat guna memperingati Hari Diabetes Nasional awal pekan ini. 

Ia juga menjelaskan diabetes adalah penyebab utama kebutaan, gagal ginjal, amputasi tungkai bawah, dan beberapa akibat jangka panjang yang membuat mutu hidup menjadi lebih rendah. Dikesempatan berikutnya dijelaskan pula bahwa rumor yang menyatakan penderita diabetes harus melakukan diet khusus adalah informasi yang cukup menyesatkan.

"Faktanya adalah diet khusus atau diet makanan sehat bermanfaat bagi siapapun, termasuk orang dengan diabetes. Pola makanan sehat harus mengandung biji-bijian, sayuran dan buah, menghindari lemak trans, dan membatasi lemak larus dan karbohidrat olahan, terutama gula", ungkap dr. Ketherine.  

Ia pun menyarankan bagi penderita diabetes mulai pilah-pilih makanan dengan meneliti label komposisi makanan."Ingat, kata-kata ‘natural’ atau ‘asli alami’ tidak selalu bersifat aman", imbuh Katherine.

Seputar Diabetes dan Pencegahan

Secara umum ada dua jenis utama diabetes, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Jika dijabarkan, berikut adalah penjelasan mengenai keduanya, yaitu: 

Diabetes tipe 1: jenis ini adalah penyakit autoimun, artinya sistem imun tubuh akan menyerang dirinya sendiri. Pada kondisi ini, tubuh tidak akan memproduksi insulin sama sekali. Gangguan ini disebabkan sistem kekebalan tubuh yang biasanya menyerang virus atau bakteri berbahaya lainnya, malah menyerang dan menghancurkan sel penghasil insulin. 

Akibatnya, tubuh kekurangan atau bahkan tidak dapat memproduksi insulin sehingga gula yang seharusnya diubah menjadi energi oleh insulin, menyebabkan terjadinya penumpukan gula dalam darah.

Diabetes tipe 2: Pada jenis diabetes ini, tubuh tidak membuat cukup insulin atau sel-sel tubuh pengidap diabetes tipe 2 tidak akan merespons insulin secara normal. Pada diabetes tipe 2, tubuh bisa menghasilkan insulin secara normal, tetapi insulin tidak digunakan secara normal. Kondisi ini dikenal juga sebagai resistensi insulin.

"Ada pun diabetes gestasional yang khusus diderita ibu hamil, yaitu tipe diabetes yang baru muncul ketika sedang hamil dan hilang setelah masa kehamilan selesai", tutur dr. Ketherine Sp.PD.

Adapun gejala diabetes dikenal dengan sebutan 3P yaitu Poliuria, Polidipsia dan Polifagia, yaitu gejala sering buang air kecil, sering merasa haus dan merasa lapar. Termasuk gejala lainnya yaitu seperti  penurunan berat badan drastis, Keputihan ( wanita), Disfungsi ereksi ( pria) dan adanya luka yang sering susah atau lama untuk sembuh.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA