Sebanyak 4.000 Jamaah Beritikaf di Masjid Nabawi 10 Hari Terakhir Ramadhan

Rep: Mabruroh/ Red: Nashih Nashrullah

 Kamis 21 Apr 2022 20:11 WIB

Sholat tarawih di area Raudhah atau makam Nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi. Iktikaf selama Ramadhan marak dilakukan di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram Foto: Saudi Gazette Sholat tarawih di area Raudhah atau makam Nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi. Iktikaf selama Ramadhan marak dilakukan di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram

Iktikaf selama Ramadhan marak dilakukan di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH — Sebanyak 4.000 orang mendaftar untuk melakukan itikaf di Masjid Nabawi di Madinah. Mereka akan memulai Itikaf pada Kami (21/4) pada 10 hari terakhir Ramadhan.  

Dilansir dari Arab News, banyak Muslim yang melakukan itikaf selama 10 hari terakhir Ramadhan tidak terkecuali di Masjid Nabawi. Ketika mereka beritikaf, mereka mengasingkan diri dan mencurahkan seluruh waktu mereka untuk berdoa, berdzikir, dan membaca Alquran. 

Baca Juga

Itikaf dimulai dari terbenamnya matahari pada hari ke-20 Ramadhan dan berakhir ketika bulan Idul Fitri terlihat. Selama itikaf, jamaah tinggal dan tidur di masjid. 

Makanan berbuka puasa dan sahur, minuman panas dan dingin, dan layanan kebersihan akan disediakan bagi mereka yang menyendiri di Masjid Nabawi untuk memastikan kenyamanan mereka. Mereka juga akan memiliki akses ke ceramah agama dalam beberapa bahasa. 

Mereka yang mengasingkan diri didesak untuk mengikuti pedoman dan instruksi yang diberikan otoritas masjid kepada mereka.  

Untuk diketahui, bahwa Ramadhan tahun ini, kedua Masjid Suci dibuka kembali untuk menerima jamaah sholat wajib maupun sholat tarawih. Termasuk mengizinkan buka puasa bersama dan itikaf, setelah penangguhan dua tahun lamanya akibat pandemi.  

Kepresidenan juga telah meluncurkan portal online untuk memberikan pedoman dan fasilitas pendaftaran bagi calon jamaah yang hendak melakukan itikaf. 

Sementara itu, Kementerian Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial Arab Saudi  mengumumkan bahwa akan ada empat hari libur Idul Fitri untuk sektor swasta dan nirlaba di Kerajaan.  

“Liburan akan dimulai dari akhir hari kerja pada Sabtu, 30 April (29 Ramadhan),” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan yang dilansir dari Saudi Gazette, Kamis (21/4/2022). 

Kementerian meminta pengusaha untuk mematuhi apa yang dinyatakan dalam paragraf kedua Pasal 24 peraturan eksekutif Undang-Undang Ketenagakerjaan tentang izin libur Idul Fitri bagi karyawannya. 

Selain itu, Kerajaan juga telah memerintahkan bahwa liburan Idul Fitri bagi peserta didik akan dimulai pada 21 April. Hal ini disampaikan oleh Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman pada Selasa  (19/4/2022). 

“Liburan Idul Fitri untuk siswa laki-laki dan perempuan di semua tingkat pendidikan umum dan universitas akan dimulai pada akhir hari kerja pada hari Kamis, 21 April. (Ramadhan 20),” kata Raja Salman. 

Raja telah mengeluarkan arahan untuk menjadwal ulang awal liburan Idul Fitri, yang seharusnya dimulai dari akhir hari kerja pada Senin, 25 April (24 Ramadhan) sesuai kalender akademik.  

Keputusan untuk menunda awal liburan Idul Fitri telah diambil dari keinginan Raja dan sesuai rekomendasi Putra Mahkota Mohammed Bin Salman, wakil perdana menteri dan menteri pertahanan, untuk meringankan siswa laki-laki dan perempuan di sekolah dan universitas.

 

Sumber: saudigazette , arabnews  

Berita Lainnya

Play Podcast X