Thursday, 17 Syawwal 1440 / 20 June 2019

Thursday, 17 Syawwal 1440 / 20 June 2019

 

Tradisi Lebaran Ketupat Pererat Silaturahim Muslim Parigi

Rabu 12 Jun 2019 13:33 WIB

Red: Ani Nursalikah

Penjualan Ketupat.

Penjualan Ketupat.

Foto: Republika/ Wihdan
Lebaran ketupat digelar sepekan setelah Idul Fitri.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIGI -- Tradisi Lebaran ketupat setelah Idul Fitri 1440 Hijriyah di Kabupaten Parigi, Sulawesi Tengah berlangsung meriah sekaligus sebagai wadah mempererat tali silaturahim antarMuslim.

Baca Juga

Ketua Panitia Pelaksana Lebaran Ketupat Abd Razik Marjengi, Rabu (12/6), mengatakan Lebaran ketupat merupakan salah satu wadah memupuk silaturahim antarsesama umat serta membangun kerja sama masayarakat. "Kegiatan ini sebagai upaya mempersatukan masyarakat Parigi Moutong agar selalu menjaga ukhuwah," ujar Razik.

Tradisi yang digelar sepekan setelah Idul Fitri sudah berlangsung sejak 2014. Saat ini, tradisi tersebut sudah memasuki tahun keenam. Pelaksanaannya yang dipusatkan di Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi.

Kabupaten yang berhadapan langsung dengan Teluk Tomini yang jaraknya kurang lebih 80 kilometer dari Ibu Kota Sulawesi Tengah setiap tahun ramai dikunjungi wisatawan. "Setiap pengunjung dipersilakan mencicipi hidangan yang sudah disediakan di atas meja setiap rumah, siapa pun yang datang pasti diajak makan, " ujar Razik.

Tradisi tersebut sama seperti yang dilaksanakan di Provinsi Gorontalo. Tidak sedikit warga Gorontalo tinggal dan menetap di kabupaten Parigi Moutong, khususunya di wilayah pesisir Teluk Tomini. Atas dasar itu Lebaran Ketupat dilaksanakan dan sudah menjadi tradisi warga setempat.

"Tradisi ini diterima masyarakat Parigi, bukan hanya etnis Gorontalo yang merasakan tetapi seluruh lapisan masyarakat, " ujarnya.

Selain Lebaran Ketupat, kata dia, sejumlah kegiatan olahraga juga dilaksanakan, antara lain panjat pinang dan tarik tambang juga diikut sertakan. Menurut dia, antusias masyarakat berkunjung di lokasi lebaran ketupat cukup tinggi, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, temasuk pedagang pakaian hingga kuliner turut berpartisipasi.

"Aktivitas warga disini sebagian besar adalah nelayan, pada momen Lebaran Ketupat tidak ada nelayan turun melaut demi tradisi ini, " ucap Razik.

Tomi, warga setempat mengatakan, setiap tahun keluarganya tidak ketinggalan melaksanakan tradisi lebaran ketupat. "Sejak 2013 kami sudah melaksanakan tradisi ini dan porsi masakan lebih banyak saat Lebaran ketupat karena makanan kami sajikan untuk orang banyak, " kata Tomi.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Ricuh Suporter Persebaya

Rabu , 19 Jun 2019, 20:45 WIB