Sabtu, 17 Zulqaidah 1440 / 20 Juli 2019

Sabtu, 17 Zulqaidah 1440 / 20 Juli 2019

 

Ziarah Rumah Gadang, Tradisi Khas Warga Minang Saat Lebaran

Jumat 07 Jun 2019 14:21 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Warga melintas di depan rumah gadang di kampung 1000 rumah gadang di Nagari Koto Baru, Sumbar.  (Ilustrasi)

Warga melintas di depan rumah gadang di kampung 1000 rumah gadang di Nagari Koto Baru, Sumbar. (Ilustrasi)

Foto: Antara
Tradisi ziarah rumah gadang dilakukan menyambut Idul Fitri

REPUBLIKA.CO.ID, PULAU PUNJUNG— Tradisi ziarah rumah gadang Suku Mandahiliang di Nagari (Desa Adat) Sikabau, Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat (Sumbar) masih bertahan sebagai sarana silaturahim dalam merayakan Idul Fitri.

"Ini merupakan acara puncak dari beberapa rangkaian tradisi tahunan keluarga besar pasukuan Mandahiliang menyambut lebaran dan puasa, sebelumnya ada takbiran dan halal bi halal menyambut Ramadhan," kata Pucuk Pimpinan Suku Mandahiliang, Jamhur Dt Jati di Pulau Punjung, Kamis (6/6).

Baca Juga

Dia mengatakan dalam tradisi yang tetap lestari itu setiap kaum bundo kanduang atau ibu-ibu membawa rantang untuk acara makan bersama.

Kemudian ziarah rumah gadang diawali makan bajamba atau makan bersama dengan menu khas ranah Minang, seperti rendang, gulai ayam, dan hidangan lebaran lainnya.

Dia berharap tradisi tersebut tetap bertahan di tengah perkembangan zaman yang begitu pesat, dan jangan disiakan-disiakan karena hanya datang sekali dalam setahun.

Di samping itu, dia juga berpesan kepada orang tua supaya mengingatkan anak-anaknya agar menghindari kegiatan yang tidak bermanfaat dan tidak sesuai adat istiadat.

"Ingatkan anak-anak, cucu, dan keponakan kita akan pentingnya pengetahuan ilmu adat, ilmu agama dan budi pekerti, jangan sampai terjerumus pada kegiatan yang menyimpang, sebab kita boleh mengikuti zaman tapi jangan termakan oleh zaman," jelasnya.

Pada kesempatan itu sekaligus disampaikan perkembangan pembangunan suku misalnya pembangunan mushala dan rumah gadang.  

"Pada hari yang berbahagia ini juga dimanfaatkan sebagai momen bertukar pikiran keluarga besar suku untuk kemajuan kaum, nagari dan Dharmasraya ke depan," tambahnya.

Wali Nagari (Kepala Desa Adat) Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung, Abdul Razak, menambahkan tradisi ziarah rumah gadang juga dilaksanakan enam suku adat yang ada di nagari itu.

Seperti Suku Malayu, Suku Patapanag Ateh, Suku Patapang Bawuah, Suku Tigo Nini, Suku Piliang, dan Mandahiliang.

"Saya berharap masyarakat Nagari Sikabau dapat menjadikan momentum ziarah rumah gadang sebagai sarana bersilaturahmi dan saling memaafkan antara sesama di bulan yang Indah ini," katanya.

 

 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES