Selasa, 20 Zulqaidah 1440 / 23 Juli 2019

Selasa, 20 Zulqaidah 1440 / 23 Juli 2019

 

Semarak Tradisi Idul Fitri di Tunisia, Sudan, dan Nigeria

Kamis 06 Jun 2019 05:00 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Menara masjid di Kairouan, Tunisia.

Menara masjid di Kairouan, Tunisia.

Foto: studyblue.com
Muslim di Tunisia, Sudan, dan Nigeri bersuka cita sambut Idul Fitri.

REPUBLIKA.CO.ID, Tradisi perayaan Idul Fitri umat Islam di berbagai negara sangat beragam. Tradisi tersebut kembali kepada adat, budaya, dan karakter masyarakat di negara tersebut. Tak terkecuali di Tunisa dan Sudan.

Sejak 2012, Tunisia memberlakukan dua hari sebagai hari libur nasional, yakni pada hari pertama dan kedua perayaan Idul Fitri. Muslim Tunisia biasanya akan mulai mempersiapkan Hari Raya beberapa hari sebelumnya. Mereka akan membuat biskuit khusus yang dibagikan kepada teman dan kerabat pada saat Hari Raya.

Baca Juga

Pada saat pelaksanaan shalat Idul Fitri, biasanya hanya pria yang akan pergi ke masjid. Sedangkan, wanita ada yang memilih ikut ke masjid atau tinggal di rumah untuk mempersiapkan diri menyambut Hari Raya dengan mempersiapkan pakaian baru dan mainan untuk anak-anak mereka. Pada siang hari akan ada perayaan menari dan musik dan akan banyak hadiah yang dibagikan dalam tradisi ini.

Anggota keluarga akan saling mengunjungi. Biasanya anak-anak menemani ayah mereka untuk mengunjungi bibi, paman, kakek-nenek, dan teman-teman untuk mengucapkan selamat Idul Fitri. 

Mereka akan menawarkan minuman dan kue khusus. Sementara itu, wanita akan tinggal di rumah dengan beberapa anak-anak untuk menyambut anggota keluarga yang datang.

photo

Idul Fitri (ilustrasi)

Sedangkan, Idul Fitri di Sudan, mengutip laman resmi PBB, dengan 97 persen  populasi adalah Muslim, persiapan Lebaran juga dimulai beberapa hari terakhir pada Ramadhan. Makanan khas hari raya, yaitu kue gula bubuk, bettifour, (biskuit dipanggang). 

Anak perempuan dan wanita menghias tangan dan kaki mereka dengan henna dan rumah akan dicat. Malam sebelum Idul Fitri, seluruh penghuni rumah akan mendekorasi rumah dengan perlengkapan yang indah dan baru. Mulai dari sarung bantal, taplak meja, dan lainnya.

Pada saat silaturahim, di rumah akan disediakan cokelat dan permen. Pada siang hari akan diadakan makan siang bersama dengan menu istimewa. Anak-anak diberi hadiah, baik berupa mainan maupun uang.  

Meski sekuler, Nigeria dihuni oleh mayoritas Muslim. Idul Fitri di negara ini dikenal sebagai "Small Sallah." Orang-orang pada umumnya saling menyapa dengan ucapan tradisional: "Barka Da Sallah", yang berarti "Salam dari Sallah" dalam bahasa Hausa. 

Muslim melaksanakan shalat Id di lapangan. Pulang shalat akan dilakukan makan bersama dengan menu istimewa. Adapun liburan Hari Raya hanya berlangsung selama dua hari. 

 

 

 

Sumber : Islam Digest Republika
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA