Selasa, 16 Ramadhan 1440 / 21 Mei 2019

Selasa, 16 Ramadhan 1440 / 21 Mei 2019

Lentera Kerajinan Tradisional Terbesar di Yerusalem

Selasa 14 Mei 2019 07:47 WIB

Rep: Umi Nur Fadillah/ Red: Agung Sasongko

'Mesaharaty' (petugas yang membangunkan warga untuk bersahur) membangunkan warga Casbah di Kota Tua Hebron - Tepi Barat. Mereka menabuh alat musik perkusi dan tetabuhan lain membangunkan warga selama Ramadhan.

'Mesaharaty' (petugas yang membangunkan warga untuk bersahur) membangunkan warga Casbah di Kota Tua Hebron - Tepi Barat. Mereka menabuh alat musik perkusi dan tetabuhan lain membangunkan warga selama Ramadhan.

Foto: ABED AL HASHLAMOUN/EPA EFE
Kerajinan tradisional lentera ini harus bersaing dengan barang impor dari Cina,

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM — Di tokonya di Kota Tua Yerusalem, Issam Zughair tetap semangat membuat lentera tradisional. Kegiatan pengrajin Palestina yang biasa dilakukan menandai datangnya bulan suci Ramadhan.

Di tengah upayanya melestarikan lentera tradisional, Zughair juga harus bersaing melawan impor murah barang kerajinan itu dari Cina. Toko Zughair berhias lampu-lampu lentera berukuran besar dan kecil. Beberapa tergantung di langit-langit, lainnya tergeletak di luar untuk menarik perhatian orang. Warnanya sangat indah saat malam tiba.

Seperti dilansir di Arab News, Zughair belajar kegiatan jual-beli dari sang ayah. Ayahnya adalah tukang kayu, yang awalnya membuat lentera kayu. “Ayah saya membuka toko ini pada 1950an, kami ingin melindungi warisan itu,” kata Zughair saat berbincang ditemani istrinya.

Lentera terbesar di toko Zughair, tingginya mencapai dua meter. Bentuknya menyerupai masjid, dan dibuat khusus untuk menyambut Ramadhan. Lentera itu terbuat dari lembaran logam dan kaca, menggunakan teknik yang diyakini berasal dari kekhalifahan Fatimiyah di Mesir pada abad ke-10.

Zughair percaya lentera adalah kerajinan tradisional terbesar yang dibuat di Yerusalem. “Tidak ada yang menyaingi saya dalam membangun mereka,” ujar dia.

Dia sudah 67 tahun mengimpor bahan dari Mesir dan Turki untuk kerajinan lentera di toko Kota Tua itu. Terkadang, dia menambahkan ayat-ayat Alquran, ungkapan dalam agama, atau nama Tuhan sesuai dengan keinginan pembeli.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA