Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

 

Tradisi 10 Hari Terakhir Ramadhan di Pakistan, Seperti Apa?

Kamis 07 Juni 2018 16:15 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Agung Sasongko

Muslim Pakistan

Muslim Pakistan

Foto: Reuters
Antusias masyarakat Pakistan sangat terlihat apalagi saat memasuki 10 Hari terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD -- Saat menjalankan ibadah puasa Ramadhan di Pakistan memiliki banyak tantangan seperti durasi siang yang panjang dan cuaca yang sangat panas. Meski demikian semangat masyarakat Pakistan melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan tidak berkurang.

Apalagi saat memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, Muslim di Pakistan berlomba-lomba mendapatkan pahala. Mahasiswi International Islamic University of Islamabad, Yutsrina Azimah mengatakan, sama halnya seperti umat Islam di berbagai negara lainnya, Muslim di Pakistan juga berlomba-lomba mencari pahala ketika Ramadhan datang.

Masjid-masjid lebih ramai dari biasanya. Antusias masyarakat Pakistan sangat terlihat apalagi saat memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. "Antusias ini juga bisa dilihat dari perempuan-perempuan Pakistan yang ikut beritikaf, bahkan yang usianya sudah renta, tetap ikut shalat tarawih meskipun shalat dalam keadaan duduk," kata Yutsrina kepada Republika.co.id, Rabu (6/6).

Ia menerangkan, biasanya perempuan yang muda maupun yang tua di Pakistan lebih sering berada di rumah. Tapi saat Ramadhan banyak perempuan yang ikut itikaf di masjid. Selain itu, dikatakan Yutsrina, itikaf yang biasanya dilakukan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan di masjid-masjid Pakistan tidak dipungut biaya sepeser pun.

Ia menceritakan, kalau shalat tarawih di Masjid Faisal  yang terletak di Islamabad pada tiga hari terakhir bulan Ramadhan, maka akan melihat malam Sabina. Yakni penghataman Alquran dalam jangka waktu tiga hari dalam shalat tarawih.

"10 juz setiap malam untuk 20 rakaat shalat tarawih, dan masjid juga dihias dengan lampu berwarna-warni di sekelilingnya saat malam Sabina," ujarnya.

Kebiasaan yang juga dilakukan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, diceritakan Yutsrina, ada budaya atau kebiasaan saling tukar makanan antar tetangga untuk menu buka puasa. Biasanya menu makanan yang ditukar cukup spesial. Seperti chicken karahi, dahi balle dan chart.

Yutsrina pelajar Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Pakistan juga menginformasikan, ketika musim dingin, durasi malam akan semakin panjang sedang durasi siang akan semakin pendek. Beda halnya saat sedang musim panas, durasi malam akan semakin pendek dan durasi siang akan semakin panjang. Ditambah suhu udara mencapai 46 derajat celsius saat siang.

"Di sini, puasa Ramadhan berdurasi kurang lebih 16 jam, adzan subuh jam 03.15 (waktu setempat) dan adzan maghrib jam 19.22 (waktu setempat)," terangnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES