Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

 

Kiat Menyiapkan Makanan Sehat untuk Sahur dan Berbuka

Senin 27 May 2019 20:18 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Reiny Dwinanda

Memasak.   (ilustrasi)

Memasak. (ilustrasi)

Foto: Republika/Prayogi
Makanan sahur dan berbuka sebaiknya disiapkan dengan cermat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengaturan pola makan alias diet selama Ramadhan perlu memperhatikan kondisi tubuh. Muslim yang menjalankan ibadah puasa perlu memilih nutrisi dengan lebih cerdas. Banyak perubahan kecil yang bisa berdampak besar bagi kesehatan.

Pakar nutrisi dari Nestle Timur Tengah Joumana Dabbagh mengatakan, pilihan diet yang tepat dapat menekan risiko penyakit kronis serta mempertahankan berat badan ideal. Dia membagikan kiat sederhana berikut, dikutip dari laman Arabian Business.

Metode memasak alternatif
Untuk makanan yang digoreng, gunakan metode tumis yang menggunakan sedikit minyak dengan suhu tinggi. Menurut Dabbagh, cara itu membuat kandungan lemak 10 kali lebih sedikit daripada metode menggoreng dengan minyak banyak (deep frying).

Apabila cara memasak yang digunakan adalah memanggang, kurangi lemak dengan mengendalikan jumlah minyak. Metode terbaik adalah memasak makanan di dalam oven menggunakan peralatan masak tertutup dengan sedikit minyak.

Saat mengolah sayuran, termasuk wortel, paprika, dan bawang bombay, ada baiknya menggunakan metode memasak bebas lemak. Tujuannya adalah untuk mempertahankan kandungan vitamin dan mineral sekaligus tidak menghilangkan rasanya.

Pastikan memasak atau menyantap makanan kemasan dengan kandungan garam yang cukup. Jumlahnya juga tidak boleh berlebihan. Kalau ingin menambah cita rasa, kiat sehat dari Dabbagh adalah merendam bahan makanan dengan lemon dan cuka.

Makanan penambah kekebalan
Dabbagh menganjurkan untuk memasukkan sejumlah makanan penambah kekebalan tubuh dalam menu. Misalnya, ikan berlemak, seperti salmon dan sarden yang kaya asam lemak omega-3, zinc, serta vitamin B6. Perpaduan nutrisi tersebut meningkatkan imunitas.

Saran menu lain termasuk kacang-kacangan (sumber vitamin B6 dan zat besi) dan yoghurt (kaya probiotik). Guna memperkaya cita rasa masakan, sangat baik jika memakai rempah-rempah alami, seperti jintan, kayu manis, kunyit, basil, dan thyme.

Minyak yang digunakan untuk memasak hidangan sahur dan berbuka pun perlu diperhatikan. Saran Dabbagh, pakai minyak zaitun, minyak canola, minyak jagung, atau minyak bunga matahari yang mengandung antioksidan alami.

Cek label makanan
Saat berbelanja bahan makanan, periksa fakta nutrisi pada label di kemasan produk. Jangan sepelekan informasi tentang jumlah lemak jenuh, lemak trans, gula tambahan, kolesterol, dan natrium dalam sajian.

Jumlah berlebihan dari nutrisi tertentu dapat memicu risiko masalah kesehatan. Referensi nilai gizi yang dinyatakan dalam persentase nutrisi itu perlu untuk mengetahui apakah makanan tertentu cocok dengan keseluruhan diet harian.

Baca Juga

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Bencana Angin Ribut di Pangalengan

Senin , 21 Oct 2019, 20:00 WIB