Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

 

Puasa Dapat Membantu Mengurangi Obesitas

Sabtu 25 May 2019 08:24 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Christiyaningsih

Obesitas (Ilustrasi)

Obesitas (Ilustrasi)

Foto: Health
Studi di Texas Baylor College of Medicine menemukan puasa dapat kurangi obesitas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berpuasa, yang merupakan praktik tidak makan terlalu banyak atau tidak makan apapun, adalah praktik yang telah dilakukan sejak jaman dahulu. Biasanya puasa dilakukan untuk tujuan keagamaan. Namun, selama beberapa dekade terakhir, praktik ini telah berkembang dari praktik keagamaan menjadi praktik diet.

Semakin banyak orang berpuasa untuk meningkatkan metabolisme atau menurunkan berat badan. Studi tentang hal itu juga muncul dalam beberapa tahun terakhir dan menggembar-gemborkan banyak manfaat kesehatan yang dapat dibawanya.

Sebagai contoh, satu studi menunjukkan bahwa membatasi asupan makanan dapat meningkatkan aktivitas metabolisme dan dapat membantu melawan penuaan. Ada juga yang menyatakan puasa dapat meningkatkan kesehatan usus dan memperkuat ritme sirkadian.

Studi terbaru tentang puasa menunjukkan bahwa dengan berfokus pada satu jenis puasa tertentu, seseorang dapat melawan obesitas. Metode puasa yang dimaksud adalah yang dilakukan oleh umat Islam selama bulan Ramadhan. Umat Islam umumnya berpuasa selama 15 jam dari subuh hingga matahari terbenam.

Para peneliti yang dipimpin Ayse Leyla Mindikoglu, seorang profesor kedokteran dan bedah di Texas Baylor College of Medicine, menemukan bahwa mempraktikkan jenis puasa tertentu selama sebulan dapat membantu meningkatkan resistensi insulin. Metode puasa ini dapat membantu melawan efek dari diet kaya lemak dan gula.

Mindikoglu dan rekan-rekannya mempelajari 14 orang sehat yang berpuasa setiap hari selama 15 jam. Saat berpuasa, para peserta tidak mengonsumsi makanan atau minuman. Para peneliti mengambil sampel darah dari mereka pada awal puasa. Para peneliti juga mengambil sampel darah setelah empat pekan puasa.

Hasil penelitian menunjukkan tingkat yang lebih tinggi dari tropomyosin 1, 3, dan 4. Tropomyosin adalah jenis protein yang dikenal untuk mengatur kontraksi jantung dan otot rangka. Ini juga membantu meningkatkan sensitivitas kita terhadap insulin.

"Memberi makan dan puasa dapat secara signifikan memengaruhi cara tubuh membuat dan menggunakan protein yang penting untuk mengurangi resistensi insulin dan mempertahankan berat badan yang sehat," ujar Mindikoglu dilansir laman Medical Daily, Jumat (24/5).

Baca Juga

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Bencana Angin Ribut di Pangalengan

Senin , 21 Oct 2019, 20:00 WIB