Senin, 21 Syawwal 1440 / 24 Juni 2019

Senin, 21 Syawwal 1440 / 24 Juni 2019

 

Pesan Kiai Cholil Nafis Ihwal Korelasi Puasa dan Keamanan

Sabtu 18 Mei 2019 22:24 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

KH Cholil Nafis bersama sejumlah tokoh Nasional

KH Cholil Nafis bersama sejumlah tokoh Nasional

Foto: Dok Istimewa
Puasa menahan diri untuk menimbulkan kerusuhan dan permusuhan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH.Cholil Nafis mengisi acara buka bersama dengan para pejabat Kemenkopolhukam dan pimpinan media pada Jumat (18/5) kemarin. Acara buka bersama tersebut digunakan untuk mengeratkan silaturahim sekaligus menjelaskan situasi keamanan terkini.  

Dalam ceramah singkatnya, Kiai Cholil menyampaikan pentingnya mengambil pelajaran dari puasa yang dijalani umat Islam. \"Ada dua pelajaran penting dari Ramadhan yang kita laksanakan dengan puasa. Pertama, selama Ramadhan umat Islam paling disiplin dan paling tepat waktu, yaitu saat buka puasa,\" ujar Kiai Cholil saat bercerita kepada Republika.co.id, Sabtu (18/5).  

Baca Juga

Menurut Kiai Cholil, latihan disiplin dan taat hukum adalah ajaran puasa yang bisa ambil dalam konteks pemilu. Siapapun yang curang harus ditindak melalui jalur hukum dan siapapun harus menghormati pemenang yang nantinya diumumkan oleh penyelenggara Pemilu.

"Kita wajib mempercayai lembaga yang telah kita bentuk dan sekaligus mengkritisinya. Tapi tak boleh menihilkan lembaga negara karena itu berakibat pada kekacauan massa," ucapnya. 

Dia mengatakan, pemerintah wajib mendisiplin setiap orang yang melanggar hukum tanpa tebang pilih dan harus menjamin terpeliharanya stabilitas sosial dan masyarakat. "Itulah fungsi negara atau imamah menurut al Mawardi untuk menjaga ketentraman masyarakat (siyasatid dunya)," katanya   

Kedua, lanjutnya, saat ibadah puasa juga harus mampu mengontrol emosi. Karena itu, menurut dia, saat berpuasa tidak diperbolehkan mengganggu orang lain. Bahkan, saat dirinya dicela orang lain tidak boleh melakukan perlawanan, tapi cukup dijawab bahwa dirinya sedang berpuasa.   

"Inilah fungsi mendidik emosi dan ego bagi yang beriman. Jaga ketentraman dan kekhusyukan berpuasa guna meraih tingkatan orang yang paling istimewa dalam menjalankan ibadah puasa," jelasnya.

Kiai Cholil menegaskan bahwa urusan pemilu harus diselesaikan dengan jalur hukum yang berlaku dan seluruh masyarakat Indonesia, termasuk umat Islam wajib menaati hukum negara. “Jika ada pelanggaran hukum maka pemerintah wajib menegakkannya guna menjaga keamanan dan kedaulatan negara," tutupnya.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA