Wednesday, 15 Safar 1440 / 24 October 2018

Wednesday, 15 Safar 1440 / 24 October 2018

 

Makan Berlebihan pada Malam Sebabkan Gangguan Tidur

Rabu 06 Jun 2018 19:41 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

insomnia (ilustrasi)

insomnia (ilustrasi)

Foto: ap
Individu dengan pola tidur buruk berpotensi alami insomnia bila pola makan salah

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA -- Ahli medis bidang gangguan tidur di Hamad Medical Corporation (HMC), Aisha Hussain Al Adab memperingatkan makan malam berlebihan dapat berdampak negatif terhadap kualitas tidur. Dampaknya, seseorang bisa mengalami gangguan tidur. Hal ini kerap terjadi ketika Ramadhan, ketika aktivitas silaturahmi pada malam hari meningkat dibandingkan bulan biasanya.

Al Adab menjelaskan, makanan yang dikonsumsi sepanjang Ramadhan sering kali memiliki porsi besar dan diolah dengan cara digoreng serta mengandung gula. "Makan secara bijaksana dan hindari porsi besar maupun berlebihan, terutama menjelang waktu tidur, adalah bagian penting untuk memastikan kualitas tidur yang baik," tuturnya dilansir di Al Bawaba, Rabu (6/6).

Membangun dan mempertahankan pola makan maupun tidur sepanjang bulan merupakan bagian penting untuk menyesuaikan kembali pasca Ramadhan. Upaya ini sangat penting terutama bagi mereka yang mengalami kurang tidur atau memiliki tidur dengan kualitas buruk pada masa lalu.

Al Adab mengatakan, individu dengan riwayat pola tidur yang buruk paling beresiko mengalami insomnia dan gangguan tidur ritme sirkadian setelah Ramadhan. Bagi orang-orang ini, menetapkan pola tidur dan makan teratur selama bulan suci adalah sangat penting. "Terlebih pola selesai makan langsung tidur, ini harus dihindari, karena sistem pencernaan tubuh tidak bisa mencerna makanan ketika tidur," ujarnya.

Baca: Kasus Terlalu Banyak Makan Meningkat di Arab selama Ramadhan

Menjelang pekan terakhir Ramadhan, Al Adab menganjurkan umat Muslim untuk secara bertahap menyesuaikan waktu bangun dan tidur selama beberapa hari. Cara ini akan membantu jam biologis tubuh untuk sinkronisasi ulang.

Menurut pengalaman Al Adab, Ramadhan merupakan momentum menantang bagi banyak orang karena perubahan pola tidur dan makan. Tiap tahun setelah Ramadhan, Sleep Clinic di Hamad General Hospital kedatangan pasien lebih banyak. Sekitar 40 pasien dirujuk tiap minggu untuk berbagai masalah yang terkait dengan gangguan tidur.

Perubahan pola makanan dan jenis makanan benar-benar bisa memprogram ulang jam tubuh, sehingga lebih sulit tidur dalam waktu-waktu tertentu. Hal ini akan meningkatkan kelelahan seseorang. Dengan perubaan ini, mereka tidak hanya mengalami kantuk, juga sakit kepala dan perubahan suasana hati.

Untuk membantu mengatur pola tidur, Al Adab menganjurkan untuk melakukan ritual santai sebelum tidur seperti membaca Al-Quran atau mandi air hangat. Hindari gunakan perangkat elektronik di tempat tidur. "Pertahankan kesejukan suhu di kamar tidur juga memberikan pengaruh," ucapnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES