Tuesday, 14 Jumadil Akhir 1440 / 19 February 2019

Tuesday, 14 Jumadil Akhir 1440 / 19 February 2019

 

Batal Puasa karena Malas Cuci Tangan, Kok Bisa?

Sabtu 21 Jul 2012 09:28 WIB

Rep: Darmawan Sepriyossa/ Red: Endah Hapsari

Mencuci Tangan (ilustrasi)

Mencuci Tangan (ilustrasi)

Foto: topnews.in

REPUBLIKA.CO.ID, Inilah hasil survei di beberapa rumah sakit swasta di Jakarta pada 2010. “Hampir 70 persen kasus batal puasa pada minggu pertama Ramadhan dikarenakan sakit perut, sebagian disertai diare,” ujar dokter spesialis internist dan gastroenterologist, Ari Fahrial Syam.

Selain disebabkan faktor lingkungan dan makanan, kata Ari, kasus tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor kebersihan tangan orang yang menyiapkan makanan atau tangan orang yang mengonsumsinya.

Ketua Bidang Advokasi Pengurus Besar Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) itu menganjurkan agar perpindahan bakteri penyebab kasus tersebut diminimalisasi dengan senantiasa menjaga kebersihan tangan. “Mencuci tangan dengan sabun adalah satu cara efektif memutus rantai penyebaran penyakit yang disebabkan kuman,” kata Ari. 

Mengutip hasil sebuah penelitian yang dilakukan peneliti Inggris, Curtis V Cairncross, pada 2004, Ari menegaskan bahwa mencuci tangan dengan sabun dapat menurunkan risiko diare hingga 47 persen.

Uraian Ari kemudian dipertegas Ustaz Noor Albar yang memaparkan betapa kebersihan menjadi salah satu bagian utama yang diajarkan dalam Islam. “Dalam literatur Islam, bab thaharah (bersuci) selalu diletakkan di depan. Itu yang menandakan betapa pentingnya kebersih -an dan kesucian itu,” kata Albar. Selain itu, Albar mencontohkan kebiasaan Rasulullah yang selalu dilakukannya sebelum tidur dan setelah bangun, yakni berwudhu.

Tak hanya sebagai syarat sah sejumlah ibadah seperti shalat, tambah Albar, kebersihan dan kesucian merupakan ‘pakaian’ keimanan. Alquran menyebutkan perihal thaharah tidak kurang dari 33 kali untuk memerintahkan orang-orang yang beriman membersihkan raganya. “Mereka yang tidak menjaga kebersihan, perlu diragukan keimanannya,” kata Albar.

Untuk itu, Ari dan Albar sepakat bahwa kebersihan menjadi faktor utama penentu kesehatan. Dalam kaitannya dengan ibadah puasa Ramadhan, menjaga kebersihan tangan dari kuman penting dilakukan sebagai wujud prevensi terhadap kemungkinan terjangkit penyakit. “Dengan begitu, ibadah puasa bisa dilaksanakan dengan baik,” ujar Ari.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES