Tuesday, 16 Ramadhan 1440 / 21 May 2019

Tuesday, 16 Ramadhan 1440 / 21 May 2019

 

Semangat Aep Penyandang Difabel Netra Mengajar Alquran

Rabu 15 May 2019 16:15 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Christiyaningsih

Saefudin alias Aep mengajarkan baca Al Quran menggunakan Al Quran braille

Saefudin alias Aep mengajarkan baca Al Quran menggunakan Al Quran braille

Foto: Republika/M. Fauzi Ridwan
Saefudin alias Aep mengajarkan baca Al Quran menggunakan Al Quran braille

REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Keterbatasan fisik tak membuat seseorang berhenti menyebarkan ilmunya. Inilah yang dapat dilihat dari sosok pria bernama Saefudin. Tiap bulan puasa Ramadhan tepatnya sehabis Zuhur dan Magrib, Saefudin yang merupakan penyandang disabilitas netra, mengisi pengajian dan membaca Al Quran.

Pria berusia 51 tahun itu mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB), Citereup, Kota Cimahi. Tenaga pengajar di sekolah tersebut mengajarkan baca Al Quran kepada belasan siswa menggunakan Al Quran braille.

Kecintaan Saefudin dan dorongan mengajarkan Al Quran kepada siswa didorong pengalaman pahit yang dialaminya semasa kecil. Al Quran membuat pria yang disapa Aep ini tetap bersemangat dalam menjalani hidup hingga saat sekarang.

Terlahir dengan penglihatan yang normal, Aep kehilangan penglihatan saat berusia 14 tahun dan masih tinggal di Semarang. Saat itu, menurutnya terjadi wabah penyakit mata. "Saya kehilangan penglihatan saat kelas dua SMP. Saat itu tahun 1982 ada bencana sakit mata sekampung dan yang lain sembuh," ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Kondisi tersebut membuat dirinya terpuruk selama dua tahun. Aep bahkan sempat mengurung diri meski keluarganya terus merangkul untuk bangkit. Agar perasaan terpuruk itu tak berlarut-larut, orang tua Aep menyekolahkannya ke Yayasan Kesejahteraan Muslim.

Di sekolah tersebut, Aep bercerita bertemu seorang ustaz yang mengajarinya membaca ayat Al Quran ayat 124 yakni surat Toha. Surat itu berisi tentang orang yang tidak mengingat Allah kelak pada hari akhir akan dibangkitkan dalam keadaan buta (susah).

Mendengar hal tersebut, dirinya mulai merenung dan berpikir untuk belajar Al Quran secara intensif. Terlebih kondisinya sudah kehilangan penglihatan. Berbekal ajaran Al Quran, Aep perlahan bangkit dan mampu menyelesaikan pendidikan formalnya.

Pada rentang 1987 hingga 1980, Aep lulus SMP dan SMA. Kemudian pada 1996 dia masuk ke IKIP jurusan pendidikan luar biasa dan lulus pada 2000. Setelah lulus, ia mdiangkat menjadi guru di SLB.

Selama proses perjalanannya hidup, dirinya banyak mendapatkan pelajaran dari berbagai ustaz. Salah satu pesan yang ia tangkap adalah Tuhan tidak menciptakan manusia sia-sia seperti dalam surat Ali Imran ayat 192.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES