Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

 

Puasa di Berlin: Ramadhan Di Musim Panas Berangin

Selasa 14 May 2019 15:12 WIB

Red: Muhammad Subarkah

Suasana ibadah saat puasa di Berlin.

Suasana ibadah saat puasa di Berlin.

Foto: Ron Soesman.
Berpuasa di Berlin penuh tantangan karena berada di musim panas dengan cuara berangin

Oleh: Ron Soesman, Alumni ITB yang tinggal di Berlin, Jerman.

Sumu tasihu...berpuasalah agar kamu sehat..! Dan terkait hal ini ada yang bertanya bagaimana durasi saum (puasa) Ramadhan di Jerman. Begini kira-kira jawabannya:

Waktu Maghrib (Abend) dan imsak (früchlicht) makin mendekati penghujung Ramadan makin mendekati tengah malam. Ini artinya, durasi malam kala itu akan hanya menjadi 4,5 jam sementara siang 19,5 jam.

Ujiannya pun makin berat. Apalagi karena di Eropa sudah 10 kali Ramadan berada di musim panas dengan cuaca umumnya 30° C yang berangin.

Akibatnya juga puasa di Eropa saat musim panas akan bertemu waktu di mana waktu Maghrib dan Isya bergabung menjadi satu waktu atau hampir berdekatan.Dan kini fatwa ulama Eropa menyepakati penggabungan dua waktu sholat tersebut di kala tiba waktu itu.

Dan, kalau sudah memasuki dua waktu berdekatan inilah, kama buka puasa dilakukan setelah adzan Maghrib kemudian makan dilanjutkan shalat Maghrib-Isya, lalu kemudian diteruskan tarawih hingga pukul 24.00 malam. Setelah tarawih biasanya 1,5 jam kemudian memasuki waktu untuk sahur.

Secara medis badan kita sanggup tak menerima asupan makanan hingga 48 jam tapi organ tubuh akan memasuki kondisi berbahaya tanpa air dalam 20 jam. Alhasil, artinya puasa di Eropa betul-betul menguji batas maksimal daya tahan tubuh terutama saat terik cuaca matahari mendekati 35° C, yakni pada saat musim panas.

photo

Jadwal imsakiyah di Berlin

Tantangan terberat puasa di Eropa bukan saja habisnya cadangan air dalam tubuh, secara bersamaan aktivitas yang tidak berkurang akan sangat menyita energi. Di antara yang terberat adalah mengatur waktu tidur yang makin tidak teratur. Efeknya adalah durasi tidur hanya 4 jam ini membuat badan makin melemah, emosi makin berat dikontrol, dan frekuensi menguap jauh lebih sering.

Begitulah tantangan Ramadan di Jerman, sisi positifnya pikiran seolah tersugesti kalau tubuh tak lagi menyimpan racun sisa residu makanan, badan selalu merasa lebih ringan dan sehat, hati makin tenang.
Hikmah lain puasa paling penting adalah pikiran makin jernih terjaga dari berburuk sangka, iri, dan dengki.

Nah, bagi yang berpuasa 12 jam tapi masih suka julid (iri), dengki, dan kotor hati maka  mari ke sini saja, main ke Eropa. Ini tujuannya agar kita lemaskan badan sampai batas maksimal biar pikiran kotor menguap jauh-jauh.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES