Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

 

Masyarakat Diminta Tingkatkan Persaudaraan

Senin 28 Jul 2014 19:16 WIB

Red: Julkifli Marbun

Pemaafan (ilustrasi).

Pemaafan (ilustrasi).

Foto: Blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Khotib Ustadz Haji Abdullah Ihsan mengharapkan umat Islam khususnya di Bali agar tetap meningkatkan rasa persaudaran dengan umat lain dalam menjaga persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kami mengharapkan kepada umat Muslim khususnya di Pulau Dewata untuk meningkatkan rasa persaudaraan dan menjaga persatuan.

Terlebih suasana setelah menghadapi pemilihan presiden dan wakil presiden," katanya di Lapangan Niti Mandala Renon, Kota Denpasar, Senin.

Dalam kotbah shalat Idul Fitri 1 Syawal 1435 Hijriyah, yang dihadiri ribuan umat Islam itu, ia mengatakan, rasa persaudaraan antarumat beragama harus ditumbuhkan dari masing-masing individu dengan mengacu pada ajaran Al-Quran.

"Umat yang percaya dengan kebesaran Tuhan hendaknya harus patuh dan mengikuti ajaran yang telah tersurat dalam kita suci tersebut," katanya.

Ia mengatakan, selaku umat Muslim menjalankan ajaran dan perintah Tuhan dengan melakukan shalat lima waktu adalah dasar utama menjalankan ajaran Islam.

Menurut dia, kerukunan umat beragama di Bali sudah terjalin sejak zaman kerajaan dan bersatu memerangi penjajahan untuk mencapai kemerdekaan Republik Indonesia.

"Kita sebagai pewarisnya, kerukunan dalam masyarakat yang pluralis hendaknya terus dibina, karena dengan langkah seperti itu persatuan bangsa akan lebih kokoh dan kuat," katanya.

Dikatakan, perbedaan dalam penganut kepercayaan hendaknya disikapi secara bijaksana karena semua ajaran agama mengajarkan umatnya agar berbuat baik dan menjauhkan dari segala kebencian.

"Maka dari itu sebagai umat Islam pada hari yang Fitri ini kita harus introspeksi diri dan saling bersilaturahmi untuk menumbuhkan semangat baru," katanya.

Haji Abdullah menambahkan pada suasana demokrasi Pilpres ini hendaknya semua umat saling menyadari perbedaan pilihan dan tidak sampai terkotak-kotak. Karena semua itu adalah proses demokrasi agar lebih dewasa.

"Mari saling menyadari perbedaan memajukan bangsa dan negara, sehingga semua umat mampu bersaing dalam era globalisasi," katanya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES