Friday, 17 Jumadil Akhir 1440 / 22 February 2019

Friday, 17 Jumadil Akhir 1440 / 22 February 2019

 

Ramadhan dan Kebersamaan

Rabu 02 May 2018 15:04 WIB

Red: Agung Sasongko

Ramadhan

Ramadhan

Foto: IST
Tahun ini kembali kita berjumpa dengan Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tahun ini kembali kita berjumpa dengan Ramadhan. Bulan yang penuh keagungan dan menebarkan rahmat kepada umatnya.

Untuk menghitung permulaan puasa, pemerintah selalu mendasarkan pada perhitungan ( hisab) serta melihat bulan (rukyat). Dua model penghitungan ini sesungguhnya cukup akurat untuk menghitung permulaan puasa.

Apapun hasilnya, semestinya perhitungan dari dua metode tadi tidak menjadi alasan pembeda bagi kaum muslimin. Karena yang terpenting untuk memasuki bulan yang penuh rahmat tadi dibutuhkan semangat kebersa maan dan persatuan dengan dilandasi oleh sa ling menghargai perbedaan pendapat tersebut.

Masalah-masalah kecil jangan diperdebatkan tetapi mari dilaksanakan sesuai dengan keyakinan masing-masing. Saya yakin kita semua punya niatan menghormati orang lain ma ka Allah juga akan menghormati kita semua nya.

Karena manusia yang bagus adalah manusia yang memiliki manfaat yang sebesar-besarnya bagi orang lain dan lingkungannya. Ini bentuk dari penghormatan dengan memberikan kebaikan kepada manusia, apalagi sesama Muslim dan sesama manusia.

Di bulan yang penuh rahmat, barokah dan maghfiroh ini kita bisa mengerjakan ibadah dengan maksimal dengan menghormati orang lain dalam menjalankannya. Selamat memasuki bulan Ramadhan. Semoga Allah SWT meringankan kita semuanya untuk giat beri ba dah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Melaui bulan ramadhan ini kita akan menjadi manusia-manusia baru yang dijauhkan dari api neraka. Karena di dalam ramadhan ini banyak keistimewaan yang dilimpahkan Allah SWT kepada kaum muslimin.

Keistimewaan itu antara lain, dimana pada sepuluh hari pertama merupakan hari yang ba rokah. Itu disampaikan Allah pada kaum mu s limin di era Nabi Muhammad bahwa amalan yang dilakukan di 10 hari pertama Ramadhan tingkatannya akan melebihi amalan yang telah dilakukan umat sebelum Nabi Muhammad SAW.

Karenanya mari kita masuki bulan Ramadhan tahun ini dengan saling menghormati dan menghargai perbedaan melaui tekad kita bersama meningkatkan amalan ibadah kepada Allah SWT.

Sumber : Cahaya Ramadhan Republika
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES