Thursday, 17 Syawwal 1440 / 20 June 2019

Thursday, 17 Syawwal 1440 / 20 June 2019

 

Segarnya Es Blewah, Minuman Favorit Muslim Bali Selama Puasa

Senin 20 May 2019 11:00 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Pedagang mempersiapkan Es Blewah (ilustrasi)

Pedagang mempersiapkan Es Blewah (ilustrasi)

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Blewah hanya ditemukan selama bulan puasa.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR— Es blewah yang hanya dapat dijumpai saat Ramadhan menjadi kuliner khas untuk menyemarakkan Pasar Ramadhan di Kampung Jawa di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Jalan A Yani, Denpasar Barat, Ahad (20/5).

"Buah blewah cuma ada setahun sekali dan bisa ditemukan pas bulan puasa kayak gini, Mbak," kata Wulan, pedagang buah Blewah di Pasar Ramadhan itu.

Baca Juga

Dia mengatakan, setiapbulan memperoleh pasokan buah blewah yang diambil di daerah Batu Kandik, Denpasar, tetapi buah Blewah kali ini lebih sulit untuk dicari, apalagi banyak yang menjualnya jadi es blewah.

"Proses pembuatannya, dari buah blewah yang sudah dipilih, lalu diserut sesuai dengan kebutuhan dan akhirnya dicampur dengan biji selasih serta ditambahkan dengan gula, serta es batu," katanya.

Saat bulan puasa, Wulan kerap menghabiskan 10 kg buah blewah atau lebih, tergantung dari seberapa banyak penjualan saat berbuka puasa.

"Es blewah dapat memberikan kesegaran, apalagi setelah menjalani puasa selama kurang lebih 13 jam. Biasanya pembeli bisa menambahkan bahan lainnya, seperti nata de coco, dan kelapa muda, atau buah lainnya dicampur sesuai yang disukai," katanya.

Es blewah merupakan minuman berbuka puasa yang paling sering dicari dan keberadaannya yang langka membuat banyak orang membeli dalam jumlah banyak.

"Es blewah juga dapat dibuat di rumah masing-masing dengan proses yang sederhana serta sesuai dengan keinginan masing-masing," katanya.

Bagi Wulan, butuh waktu kurang lebih satu jam dalam proses pembuatan es Blewah ini. Es blewah pun dijual seharga Rp5.000 saja dan dapat menjadi pendamping menu berbuka puasa lainnya.

Wulan pun menjelaskan, es blewah hanya dapat dikonsumsi langsung pada satu hari saja, apabila dibiarkan lebih dari sehari akan menghasilkan rasa yang berbeda, seperti semakin kecut dan tidak segar.

"Dalam sehari biasanya habis lima buah, bisa juga lebih, apalagi jika beduk, saya bisa menyerut Blewah lebih banyak lagi," katanya.*

 

 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Ricuh Suporter Persebaya

Rabu , 19 Jun 2019, 20:45 WIB