Tuesday, 16 Ramadhan 1440 / 21 May 2019

Tuesday, 16 Ramadhan 1440 / 21 May 2019

 

Bosan Es Teler dan Sup Buah? Kini Saatnya Coba Ximilu

Rabu 15 May 2019 17:00 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Christiyaningsih

Ximilu, hidangan segar untuk berbuka puasa.

Ximilu, hidangan segar untuk berbuka puasa.

Foto: Republika/M. Nursyamsi
Ximilu berasal dari Hongkong yang artinya biji selasih dalam bahasa Mandarin

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Momen berbuka puasa menjadi sesuatu yang dinantikan umat Islam. Sejumlah tempat kuliner di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), tak ingin ketinggalan menawarkan menu istimewa hidangan berbuka. Di Street Food Bung Karno misalnya, pengunjung ditawari dengan menu segar bernama ximilu.

Street Food Bung Karno memiliki menu makanan dan minuman yang bervariasi. Mulai dari aneka nasi goreng, seafood, pizza, pasta, dimsum, hingga aneka kopi nusantara. Namun selama Ramadhan, Street Food Bung Karno juga menghadirkan ximilu yang sayang untuk dilewatkan.

Ximilu adalah sup buah ala Hong Kong. "Ximilu dari Hongkong yang halal dan dalam artian biji selasih dalam bahasa Mandarin," ujar salah satu pemilik Street Food Bung Karno, Asrianti Mustari, saat berbincang dengan Republika belum lama ini.

Ximilu berbahan baku buah-buah segar seperti semangka, mangga, melon, anggur, alpukat, jambu manis, dan biji selasih. Selain itu, terdapat juga jeli yang dibentuk menyerupai mi ramen. Perbedaan dengan es teler atau sup buah, ximilu tidak menggunakan santan atau susu melainkan bubuk krim yang didinginkan di dalam kulkas.

Perempuan yang dipanggil Tari ini menjelaskan proses pembuatan ximilu cukup sederhana. Buah-buah segar yang telah dipotong dicampur dengan bubuk krim dingin. Menurut Tari, buah-buahan selalu diletakan di dalam kulkas agar segar dan baru dipotong begitu ada pemesanan.

"Tidak pakai es batu, dari sana (Hongkong) memang harus dingin dari kuahnya (bubuk krim). Aslinya tanpa es batu. Tapi kalau mau pakai es batu bisa juga sesuai selera pengunjung," kata Tari.

Tari mengaku senang bisa menyajikan ximilu di Lombok mengingat sepengetahuannya belum ada yang menjual kuliner tersebut di Lombok. Tari juga gembira dengan respons pengunjung akan ximilu yang dinilai cocok untuk hidangan buka puasa.

Ximilu dijual dalam dua versi berdasarkan ukuran. Untuk ukuran kecil, ximilu dibanderol seharga Rp 15 ribu sementara ukuran lebih besar dihargai Rp 25 ribu. "Responsnya lumayan. Kita ingin isi Ramadhan ini tidak cuma es teler dan sup buah, tapi ada desert lain ximilu yang enak juga untuk buka puasa," ucap Tari.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES