Monday, 19 Zulqaidah 1440 / 22 July 2019

Monday, 19 Zulqaidah 1440 / 22 July 2019

 

Tergoda Olahan Bakar Pedas (1)

Sabtu 19 Jul 2014 01:07 WIB

Rep: c73/ Red: Damanhuri Zuhri

Kuah sepat, makanan khas Sumbawa yang biasa disajikan bersama ikan bakar

Kuah sepat, makanan khas Sumbawa yang biasa disajikan bersama ikan bakar

Foto: sumbawakab.go.id

REPUBLIKA.CO.ID,

Ada ikan dabu-dabu, ayam betutu, sampai ayam bakar manokwari.

Pedas dan bikin berkeringat. Itulah cita rasa makanan yang disukai banyak orang Indonesia pada tahun-tahun terakhir ini. Alhasil, muncullah tempat-tempat makanan yang menyajikan menu-menu pembakar lidah tersebut.

Anda juga penyuka makanan pedas? Hmmm … kalau begitu Festival Bakar Pedas yang digelar di pelataran parkir utara Mal Artha Gadhing, Jakarta Utara, layak Anda sambangi.  Festival berlangsung 4-20 Juli 2014.

Berbuka bersama teman atau keluarga sembari menikmati sajian bercita rasa pedas tentu sangat seru. Lebih istimewa lagi, sebagian besar sajian pedas dalam festival ini diolah dengan cara dibakar. Wah … sangat menggoda.

Menyambagi festival ini, boleh jadi Anda akan sedikit bingung menentukan pilihan. Ya, karena banyak gerai yang menawarkan menu bakar pedas dan semua terlihat menggoda selera.

Tapi, jangan bingung berlama-lama. Mari kita sambangi salah satu gerai yang menyajikan ragam masakan khas Manado. Warung Bakoe Dapa Ci'mey, begitu nama gerai itu.

Mengawali buka puasa, Anda bisa cicipi dulu aneka kue khas Manado, mulai dari panada, apang, biapang, lalampa, dan balapis.

Setelah itu, mulailah menyantap makanan pedas yang tersohor dari kota ini. Ada cakalang rica-rica, ikan dabu-dabu, ayam bakar Manado, dan masih banyak lagi.

Sesuai namanya, pemilik gerai ini adalah Ci'mey, seorang wanita asal Manado. Sepuluh tahun sudah menjalani usaha kuliner khas Manado, ia mengaku, kerap mengikuti festival kuliner di Jakarta. Bahkan, pada 2012 usaha kulinernya menyandang predikat sebagai penyaji kuliner terbaik.

Ci'mey mengakui, masakan Manado umumnya bercita rasa pedas dengan sambal yang terkenal, dabu-dabu. Untuk para pelanggannya, ia, antara lain, menyajikan ikan dabu-dabu.

Sajian ini terbuat dari ikan tude, sejenis ikan kembung, yang dibakar dan disajikan dengan sambal dabu-dabu. Dabu-dabu adalah sambal dibuat dari irisan tomat hijau, cabai, bawang merah, air jeruk, dan minyak panas.

Ci'mey juga menyuguhkan cakalang rica-rica, yaitu ikan tongkol yang dibakar dan disiram dengan sambal rica. Ada lagi ayam bakar khas Manado. Ayam bakar olahannya, kata Ci'mey, dibakar menggunakan batok tempurung.  ''Ini supaya aromanya wangi,'' tuturnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Gary Neville Kunjungi Bali

Senin , 22 Jul 2019, 18:17 WIB