Monday, 10 Rabiul Akhir 1440 / 17 December 2018

Monday, 10 Rabiul Akhir 1440 / 17 December 2018

 

DMI dan ISYEF Serahkan 1.000 Sembako untuk Marbut Masjid

Jumat 08 Jun 2018 19:30 WIB

Red: Friska Yolanda

Marbot menerima bantuan sembako dari DMI dan ISYEF.

Marbot menerima bantuan sembako dari DMI dan ISYEF.

Foto: DMI
Tahun ini, JK menyerahkan 250 ribu paket sembako melalui berbagai organisasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyerahkan bantuan sembako kepada marbut masjid se-Jabotabek. Acara bertajuk "1.000 Sembako untuk Marbot Masjid" digelar pada Jumat (8/6) di aula Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat.

Acara ini juga merupakan hasil kerja sama DMI dengan Islamic Youth Economic Forum (ISYEF) dalam upaya memakmurkan pengurus dan imam masjid serta kaum dhuafa. "Bantuan ini merupakan amanah dari Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang juga merupakan Ketum DMI. Beliau menitipkan amanah ini melalui kami untuk disampaikan kepada bapak-bapak yang selama ini berkhidmat di masjid," ujar M Arief Rosyid Hasan, Ketua Departemen Pemuda DMI.

Menurut dia, selama 14 tahun bantuan sembako ini secara rutin diberikan oleh keluarga Wapres JK setiap menjelang Idul Fitri. Tahun ini, jumlahnya mencapai 250 ribu paket sembako yang dibagikan melalui berbagai organisasi.

"Kami berharap semakin banyak pihak yang memperhatikan marbot masjid. Selaras dengan semangat DMI, yaitu memakmurkan dan dimakmurkan masjid," kata Arief menambahkan.

photo

Paket sembako untuk marbot masjid se-Jabodetabek.

Paket sembako yang diserahkan terdiri atas kebutuhan sehari-hari, seperti beras, gula, minyak goreng, susu kental manis, dan biskuit. Selain itu, juga diserahkan bantuan sarung dari Wakil Ketua DMI Komjen Pol Syafruddin. Sarung ini akan diberikan kepada para imam di masjid masing-masing.

Komitmen untuk lebih memperhatikan marbut masjid juga diungkapkan M Atras Mafazi, Ketua ISYEF. Dia meyakini masjid dapat menjadi pusat kebangkitan umat Islam.

"Kami di ISYEF fokus pada pengembangan ekonomi masjid. Terutama yang digerakkan oleh remaja atau komunitas pemuda masjid," ujar Atras. 

Dia mengatakan, masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah. Namun, masjid juga sebagai tempat aktivitas yang lain yang berkaitan dengan pengembangan keumatan. 

"Jadi, kami mendorong pengurus masjid untuk berani membangun aktivitas ekonomi berbasis masjid. Agar kemakmuran bisa dimulai dari pusat pembangunan umat, yaitu masjid," katanya menambahkan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES