Muslim Australia Akhirnya Bisa Nikmati Buka Bersama

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Agung Sasongko

 Kamis 13 May 2021 01:08 WIB

 Anggota komunitas Muslim pergi setelah merayakan liburan Islam Idul Adha di Masjid Auburn Gallipoli di Sydney, Australia, 31 Juli 2020. New South Wales telah memberikan pengecualian bagi 400 orang untuk berkumpul di sebuah masjid di Sydney barat untuk merayakan Idul Fitri Idul Adha adalah yang paling suci dari dua hari libur Muslim yang dirayakan setiap tahun, itu menandai ziarah tahunan Muslim (Haji) untuk mengunjungi Mekah, tempat paling suci dalam Islam. Muslim menyembelih hewan kurban dan membagi daging menjadi tiga bagian, satu untuk keluarga, satu untuk teman dan kerabat, dan satu untuk orang miskin dan yang membutuhkan. Foto: EPA-EFE/JOEL CARRETT Anggota komunitas Muslim pergi setelah merayakan liburan Islam Idul Adha di Masjid Auburn Gallipoli di Sydney, Australia, 31 Juli 2020. New South Wales telah memberikan pengecualian bagi 400 orang untuk berkumpul di sebuah masjid di Sydney barat untuk merayakan Idul Fitri Idul Adha adalah yang paling suci dari dua hari libur Muslim yang dirayakan setiap tahun, itu menandai ziarah tahunan Muslim (Haji) untuk mengunjungi Mekah, tempat paling suci dalam Islam. Muslim menyembelih hewan kurban dan membagi daging menjadi tiga bagian, satu untuk keluarga, satu untuk teman dan kerabat, dan satu untuk orang miskin dan yang membutuhkan.

Pelonggaran pembatasan memungkinkan Muslim Australia buka bersama.

REPUBLIKA.CO.ID,  CANBERRA -- Saat matahari mulai terbenam di Wagga Wagga, keluarga Zaman bersiap untuk buka puasa di dapur. Majeda Bhuiyan menambahkan, roti terakhir ke tumpukan dan menyerahkannya kepada Maimuna yang berusia 16 tahun untuk dibawa ke ruang makan.

Keluarga itu dengan bersemangat berkumpul di sekitar meja dan Majeda meletakkan tanggal di piring semua orang karena waktu untuk berbuka puasa semakin dekat. Tersenyum di sekeliling saat piring diisi dengan ayam dan samosa dan semua orang makan untuk pertama kalinya sejak matahari terbit.

Baca Juga

Seperti jutaan Muslim di seluruh dunia, keluarga Zaman telah menjalankan Ramadan selama sebulan, yang berakhir minggu ini. Ramadhan tahun lalu dibayangi oleh pembatasan Covid-19 di wilayah tersebut, tetapi perayaan tahun ini lebih menyenangkan.

Menjelang akhir bulan suci, Maimuna merefleksikan betapa istimewanya berbagi festival dengan komunitas Muslim. "Tahun lalu kami tidak bisa berdoa dengan orang lain. Kami harus tinggal di dalam rumah dan makan sendiri tetapi tahun ini kami bisa mengundang teman-teman keluarga kami," katanya.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X