Tim Kemenag Identifikasi Hilal Ramadhan Terlihat Jelas

Rep: Fuji E Permana/ Red: Nashih Nashrullah

 Senin 12 Apr 2021 18:50 WIB

Tim Kemenag menyebut visibilitas hilal tampak jelas disejumlah tempat. Petugas mencoba melihat hilal di Masjid Al-Musyari Foto: Republika/Putra M. Akbar Tim Kemenag menyebut visibilitas hilal tampak jelas disejumlah tempat. Petugas mencoba melihat hilal di Masjid Al-Musyari

Tim Kemenag menyebut visibilitas hilal tampak jelas disejumlah tempat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada referensi pelaporan, hilal awal Ramadhan 1442 Hijriyah teramati di wilayah Indonesia pada Senin, 12 April 2021. 

Hal ini disampaikan anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kementerian Agama (Kemenag), Cecep Nurwendaya saat memberikan paparan mengenai posisi hilal awal Ramadhan 1442 Hijriyah dalam rangkaian pelaksanaan sidang itsbat yang digelar Kemenag di Jakarta, Senin (12/4) 

Baca Juga

"Ada referensi bahwa hilal awal Ramadhan 1442 Hijriah hari Senin 12 April 2021 dapat teramati dari wilayah Indonesia,” kata Cecep melalui pesan tertulis yang diterima Republika.co.id, Senin (12/4). 

Menurutnya, ijtimak terjadi pada Senin (12/4), sekitar pukul 09.31 WIB. Pada saat terbenam matahari, di seluruh Indonesia sudah terjadi ijtimak atau konjungsi. 

"Hilal awal Ramadhan sudah cukup tua, umurnya sudah lebih delapan jam. Di Indonesia hilal berada pada posisi signifikan untuk dilihat," ujarnya. 

Cecep mengatakan, untuk di Pos Observasi Bulan (POB) Cibeas Pelabuhan Ratu, posisi hilal saat terbenamnya Matahari pada posisi 3,59 derajat dengan umur bulan 8 jam 23 menit, 12 detik.  

Cecep menjelaskan, hilal awal Ramadhan 1442 Hijriyah pada Senin (12/4) sudah memenuhi kriteria visibilitas hilal yang ditetapkan Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS). Yaitu, tinggi hilal minimal 2 derajat, elongasi bulan ke Matahari minimal 3 derajat atau umur hilal minimal 8 jam.  

Sebagai yurisprudensi referensi, Cecep menjelaskan, hilal Syawal 1404 Hijriyah dengan tinggi 2 derajat dan ijtimak pada pukul 10.18 WIB pada 29 Juni 1984 juga berhasil dilihat Muhammad Arief (33 tahun) Panitera Pengadilan Agama Pare-Pare dan Muhadir (30) Bendahara Pengadilan Pare-Pare. Selain itu, Abdul Hamid (56) dan Abdullah (61), keduanya guru agama di Jakarta, juga dapat melihat hilal pada saat itu.   

"Ma'mur Guru Agama Sukabumi dan Endang Efendi Hakim Agama Sukabumi, juga melihat hilal saat itu. Jadi ada referensi bahwa hilal awal Ramadhan 1442 Hijriyah pada Senin tanggal 12 April 2021 teramati dari wilayah Indonesia," jelasnya. 

Cecep menambahkan, hisab sifatnya informatif, sedang rukyat sifatnya konfirmatif. Penetapan atau isbat adalah penggabungan antara konfirmasi hasil rukyat dengan informasi hasil hisab.  

Hadir dalam sidang isbat, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Abdullah Zaidi, Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto, Wakil Menteri Agama KH Zainut Tauhid Sa'adi, dan Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin. Sidang juga diikuti perwakilan ormas-ormas Islam melalui aplikasi daring. 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X