Sulawesi Selatan Gelar Pesantren Ramadhan Virtual Saat Wabah

Red: Nashih Nashrullah

 Selasa 19 May 2020 23:07 WIB

Pesantren Ramadhan Virtual digelar sebab wabah Covid-19. Ilustrasi Ramadhan Foto: Pixabay Pesantren Ramadhan Virtual digelar sebab wabah Covid-19. Ilustrasi Ramadhan

Pesantren Ramadhan Virtual digelar sebab wabah Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR— Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan menggelar Pesantren Ramadhan Virtual akibat mewabahnya Covid-19.

Pesantren Ramadhan Virtual 2020 yang merupakan program dari Dinas Pendidikan Sulsel ini diisi beberapa kegiatan di antaranya program lomba Kultum antar-SMA/SMK Se Sulsel.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaimandi, Makassar, Selasa (19/5), ikut memberikan tips dan saran kepada para peserta dari 24 kabupaten/kota se-Sulsel dalam membawakan sebuah kultum.

Baca Juga

"Kultum, untuk awal berdiri biasanya ada nervous, canggung, atau demam panggung. Itu yang pertama yang harus dilatih menjadi kebiasaan," ujarnya.

Dia menjelaskan, sikap gugup merupakan hal yang normal dan manusiawi saat berada di hadapan audiens.

"Itu normal saja, itu manusiawi. Melihat audiens akan banyak gerak gerik yang bisa membuat nyaman atau tidak nyaman, baik itu dari kita maupun dari audiens," katanya

Pemilihan katapun menjadi perhatian Andi Sudirman saat memberikan tips kepada para peserta.

"Pemilihan kata saat membawakan Kultum, kita harus pilih yang menarik perhatian orang, to the point. Bisa kita lihat ceramah dari Ustaz yang terkenal, tata bahasa yang dikeluarkan itu adalah bahasa ilmu komunikasi sangat gamblang dan gampang untuk dipahami," katanya.

Dia mengingatkan kepada peserta, ketika Kultum ataupun melakukan ceramah tidak mengangkat terlalu luas persoalan, sehingga fokus dan prioritas pada sub tema saja.

"Ini perlu saya sampaikan pada peserta untuk melatih ketepatan waktu saat Kultum. Bagaimana membagi waktu tujuh menit, sehingga isi Kultum tidak banyak melebar tapi berisi. Yang saya amati adalah, perlu melihat poin paling penting ketika berpidato," sambungnya.

Selain itu, peserta harus belajar menetapkan poin-poin dalam ceramah, sebelum naik ke panggung. Sebab itu penting untuk dipahami pendengar.

"Salah satu poin penting dalam Kultum adalah ayat-ayat. Harus ada ayat yang tepat dengan tema Kultum," tegasnya.

Wagub Andi Sudirman juga menyampaikan pentingnya membaca doa Nabi Musa, minta dimudahkan urusan dan ucapan. Doa ini adalah doa yang amat bermanfaat. Doa ini berisi hal meminta kemudahan pada Allah SWT dan agar dimudahkan dalam ucapan serta dimudahkan untuk memahamkan orang lain ketika ingin berdakwah.

Doa ini dari Nabi Musa. Namun doa ini bisa diamalkan pula oleh kita, sebagaimana ditunjukkan oleh para ulama dalam berbagai kitab doa.

Musa Berkata, ‘Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii’ [Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku” (QS Thoha: 25-28).

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X