Senin, 21 Syawwal 1440 / 24 Juni 2019

Senin, 21 Syawwal 1440 / 24 Juni 2019

 

Baznas Yogyakarta Targetkan Himpunan di Ramadhan 50 Persen

Senin 27 Mei 2019 21:06 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Baznas DIY menyampaikan kinerja selama 2018 di Kenes Bakery and Resto DIY,  Yogyakarta, Senin (28/01). (Ki-ka) Wakil Ketua I Bidang Fundraising Baznas  DIY, Munjahid, Ketua Baznas DIY Bambang Sutiyoso, Ketua III Bidang  Perencanaan Keuangan dan Pelaporan Baznas DIY, Nursya'bani.

Baznas DIY menyampaikan kinerja selama 2018 di Kenes Bakery and Resto DIY, Yogyakarta, Senin (28/01). (Ki-ka) Wakil Ketua I Bidang Fundraising Baznas DIY, Munjahid, Ketua Baznas DIY Bambang Sutiyoso, Ketua III Bidang Perencanaan Keuangan dan Pelaporan Baznas DIY, Nursya'bani.

Foto: Republika/Silvy Dian Setiawan
Baznas Yogya targetkan penghimpunan ZIS bisa mencapai Rp 6,8 miliar di 2019

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Yogyakarta menargetkan himpunan Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) sebesar Rp 6,8 miliar di 2019. Target tersebut ditingkatkan 30 persen dari tahun lalu sebesar Rp 5,8 miliar. 

Wakil Ketua Bidang Pentasharufan dan Penghimpunan Baznas Kota Yogyakarta, Adi Soeprapto mengatakan, 50 persen dari target tersebut diupayakan terhimpun di Bulan Ramadhan. Sebab, di Bulan Ramadhan ini himpunan zakat lebih besar dari bulan lain. 

Baca Juga

"Insya Allah di Ramadhan ini kita bisa masuk 50 persen. Sisanya dibulan-bulan berikutnya. Target itu kami upayakan bisa terpenuhi di bulan ini," kata Adi di Masjid Diponegoro, Balai Kota Yogyakarta, Senin (27/5). 

Dana yang terhimpun di luar Bulan Ramadhan mencapai Rp 300 juta hingga Rp 400 juta per bulan. Namun, saat Ramadhan bisa tiga hingga empat kali lipat dari bulan lainnya. 

"Saat ini, yang terkumpul baru sepertiga. Baru sekitar itu dari total target (sebesar Rp 6,8 miliar)," katanya. 

Sementara itu, untuk pentasyarufan yang dilakukan tentunya berdasarkan atas dana yang terhimpun. Baznas Kota Yogyakarta sendiri menyalurkan ZIS di atas 80 persen dari total dana yang terhimpun. 

"Jadi aturannya memang pentasyarufan itu harus di atas 80 persen dana penghimpunan. Kenapa ada sisa, karena itu digunakan untuk administrasi kemudian untuk cadangan," tuturnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA