Wednesday, 23 Syawwal 1440 / 26 June 2019

Wednesday, 23 Syawwal 1440 / 26 June 2019

 

Pemkot Palu akan Shalat Id Bersama Korban Likuefaksi Petobo

Jumat 17 May 2019 21:06 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Sejumlah anak pengungsi korban bencana gempa dan likuifaksi bermain di sekitar kamar mandi umum di Hunian Sementara (Huntara) Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (15/4/2019).

Sejumlah anak pengungsi korban bencana gempa dan likuifaksi bermain di sekitar kamar mandi umum di Hunian Sementara (Huntara) Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (15/4/2019).

Foto: Antara/Mohamad Hamzah
Shalat Id akan dipusatkan di Lap Bola Mini Kel Petobo bersama korban likuefaksi.

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Pemerintah Kota Palu, Kalimantan Tengah, memutuskan pelaksanaan shalat Idul Fitri 1440 Hijriyah akan dipusatkan di Lapangan Bola Mini Kelurahan Petobo bersama pengungsi korban gempa dan likuefaksi. Sementara itu, pelaksanaan shalat Id juga tetap akan dilaksanakan di Lapangan Vatulemo seperti tahun-tahun sebelumnya.

Wali Kota Palu Hidayat mengatakan, keputusan tersebut diambil sebagai wujud silaturahim antara Pemkot Palu dengan warga yang merupakan korban gempa dan likuefaksi pada 28 September 2018 lalu.

"Kami ingin merayakan hari Raya Idul Fitri tahun ini bersama-sama dengan masyarakat yang terdampak likuefaksi cukup parah di Kelurahan Petobo," katanya pada rapat yang dihadiri Kepala Kemenag Kota Palu Ma'sum Rumi, perwakilan MUI Palu, Kodim 1306/Donggala dan organisasi remaja Islam masjid.

Dalam rapat tersebut juga disepakati lokasi pelaksanaan shalat Idul Adha dipusatkan di Lapangan Gawalise bersama korban gempa dan likuefaksi di Kelurahan Duyu dan Balaroa. Di sekitar Lapangan Gawalise hingga saat ini telah dibangun hunian sementara (huntara) dan telah dihuni oleh korban gempa dan likuefaksi di Kelurahan Duyu dan Balaroa yang kehilangan tempat tinggal.

Sementara itu, malam Idul Fitri nanti Pemkot Palu tidak akan menggelar pawai takbir konvoi di jalan seperti yang selalu dilaksanakan setiap tahun, namun memusatkan kegiatan tersebut di Lapangan Vatulemo dan di seluruh masjid di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah itu.

"Ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kemacetan di jalan-jalan poros dari dan menuju Kota Palu mengingat Jembatan IV atau Jembatan Kuning telah roboh akibat goncangan gempa dan terjangan tsunami 2018 lalu sehingga akses jalan yang dilewati pengendara berkurang," katanya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA