Jumat, 18 Syawwal 1440 / 21 Juni 2019

Jumat, 18 Syawwal 1440 / 21 Juni 2019

 

LAZ dan BAZDA Jember Gelar Bukber di Kampung Zakat Terpadu

Jumat 17 Mei 2019 20:38 WIB

Red: Irwan Kelana

Kegiatan buka puasa bersama dan santunan yatim di Kampung Zakat Terpadu, Jember.

Kegiatan buka puasa bersama dan santunan yatim di Kampung Zakat Terpadu, Jember.

Foto: Dok BMH
Kegiatan itu dilaksanakan bersama dengan Kementerian Agama Jember.

REPUBLIKA.CO.ID, JEMBER -- Lembaga Amil Zakat Nasional  (Laznas) Baitul Maal Hidayatullah (BMH)  bersama dengan Kementerian Agama dan BAZDA, serta LAZ se-Kabupaten Jember berhimpun dalam satu program Ramadhan. Program itu adalah  buka puasa bersama (bukber) dan santunan untuk warga di Kampung Zakat Terpadu Dusun Pace, Desa Jambearum, Kecamatan Sumber Jambe, Kanbupaten Jember, Jawa Timur, Kamis  (16/5).

“Alhamdulillah, BMH Gerai Jember bisa hadir dan turut aktif bersama penggerak zakat lainnya se-Kabupaten Jember. Semoga ke depan program seperti ini dapat terus dilaksanakan untuk mempererat ukhuwah antarsesama amil dan masyarakat penerima manfaat,” terang Kepala BMH Gerai Jember, Andi Rohsyandi melalui rilis yang diterima Republika.co.id, Jumat (17/5).

Kampung Zakat Terpadu yang terletak di Desa Jambearum tersebut merupakan lokasi pembinaan masyarakat, yang telah berlangsung selama hampir satu  tahun. “Desa ini merupakan desa binaan bersama seluruh LAZ Kabupaten  Jember dan Kemenag Kabupaten Jember,” imbuh Andi.

Hadir dalam acara tersebut Kabid Pembinaan ZAWA Kemenag Provinsi Jawa Timur, Dr  Moh Zuhri;  Kepala Kemenag Jember, HM  Misbahus Salam beserta jajaran; BMH dan  LAZ lainnya.

photo

Kampung Zakat Terpadu, Jember.

Dalam kesempatan tersebut, selain buka puasa bersama, juga dilakukan penyaluran santunan kepada pada yatim dhuafa serta fakir miskin; pemberian modal usaha ternak kambing; bantuan beasiswa, bantuan rumah layak huni, serta khitanan yang dilakukan dengan cara datang ke rumah-rumah warga.

“Kami berharap, dengan agenda ini bisa meningkatkan HDI (Human Development Index) dan SDGs (Suistainable Development Goals). Sehingga,  masyarakat yang ada di Kampung Zakat ini bisa terangkat dari mustahik menjadi muzakki,” jelas Andi.

Ke depan, juga diharapkan Kampung Zakat ini bisa terus bertambah jumlahnya seiring dengan bertumbuhnya kesadaran masyarakat akan zakat.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES