Thursday, 24 Syawwal 1440 / 27 June 2019

Thursday, 24 Syawwal 1440 / 27 June 2019

 

Masjid-Masjid di Inggris Tolak Gunakan Plastik Wadahi Iftar

Jumat 17 May 2019 20:13 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Christiyaningsih

Botol minum yang digunakan untuk menyajikan buka puasa di masjid Inggris.

Botol minum yang digunakan untuk menyajikan buka puasa di masjid Inggris.

Foto: York Mosque/Green Lane Mosque
Masjid di Inggris hindari menggunakan wadah plastik untuk menyajikan iftar

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Selama bulan suci Ramadhan, masjid-masjid umumnya membagikan minuman dalam botol plastik kepada jamaah saat mereka berbuka puasa. Selain botol, umumnya gelas, piring dan peralatan makan yang digunakan untuk jamaah pun berbahan plastik. Di beberapa kasus, jumlah peralatan makan berbahan plastik itu bisa mencapai ratusan.

Baca Juga

Di Inggris, jumlah botol plastik yang digunakan diperkirakan mencapai 13 miliar per tahun. Sebanyak 7,7 miliar di antaranya adalah botol minum. Penggunaan bahan plastik tentunya tidak ramah lingkungan.

Karena itulah masjid-masjid di Inggris melarang penggunaan plastik selama bulan Ramadhan tahun ini. Langkah ini dilakukan untuk mendorong dan mempromosikan bulan Ramadhan yang lebih ramah lingkungan.

Beberapa masjid di Inggris menerapkan iftar (buka puasa) yang ramah lingkungan tahun ini. Saat waktu berbuka tiba, masjid-masjid itu membagikan hidangan dan air minum menggunakan alat makan dan botol air yang dapat digunakan kembali.

Dewan Muslim Inggris mendorong lebih banyak masjid untuk bergabung dalam kampanye tersebut. Salah satu masjid di Inggris yang menerapkan itu adalah Masjid York. Masjid ini mengumumkan tidak ada kebijakan penggunaan plastik, di mana mereka membagikan botol plastik yang dapat digunakan kembali.

Selain itu, ada pula masjid Green Lane Mosque di Birmingham yang menerapkan langkah serupa. Masjid ini telah memutuskan untuk melarang penggunaan plastik untuk Ramadhan tahun ini.

Seorang juru bicara masjid mengatakan diperkirakan masjid tersebut membagikan rata-rata 800 hingga 1.000 botol setiap iftar di bulan suci ini. Karena itu iftar dapat menghasilkan jumlah plastik dalam jumlah yang luar biasa.

Berangkat dari pemikiran itu, Green Lane Mosque memutuskan untuk tidak mengeluarkan botol air plastik untuk jamaah mereka. Masjid membeli botol yang dapat digunakan kembali yang kemudian akan dijual dengan biaya yang lebih murah kepada jamaah. Selain itu, masjid ini juga memasang air mancur sebagai tempat pengisian air.

Sekretaris Jenderal Dewan Muslim Inggris, Harun Khan, mengatakan pihaknya ingin lebih banyak masjid bergabung dengan kampanye Ramadhan yang bebas plastik. Saat berpuasa di mana umat Islam ingin lebih dekat dengan Tuhan, penting juga untuk memperhatikan ciptaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Karena itu, ia senang  banyak masjid memimpin langkah go green dengan melarang plastik di masjid.

"Kami berharap lebih banyak lagi yang akan terlibat dan memastikan jamaah mereka memilih pendekatan ramah lingkungan. Kita semua harus memainkan peran dalam melindungi bumi," kata Khan dilansir Metro News, Jumat (17/5).

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA