Tuesday, 16 Ramadhan 1440 / 21 May 2019

Tuesday, 16 Ramadhan 1440 / 21 May 2019

 

Penyakit Masyarakat tak Lantas Hilang Selama Ramadhan

Rabu 15 May 2019 17:22 WIB

Rep: Bayu Adji/ Red: Muhammad Hafil

Pengunjung salah satu tempat hiburan malam (ilustrasi).

Pengunjung salah satu tempat hiburan malam (ilustrasi).

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Satpol PP menyisir tempat-tempat maksiat.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Belasan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menyisir tempat-tempat yang rawan digunakan hal negatif di Kota Tasikmalaya, Rabu (15/5) dini hari. Mulai dari bekas Terminal Cilembang, Pasar Cikurubuk, hingga Alun-Alun Kota Tasikmalaya dihampiri untuk mencegah adanya penyakit masyarakat selama bulan Ramadhan.

Seorang perempuan malam dan belasan botol minuman keras berhasil diamankan dalam operasi itu. Kepala Seksi Pengendalian dan Operasi Satpol PP Kota Tasikmalaya, Sandi A Sudin mengatakan, operasi itu merupakan kegiatan rutin yang dilakukan untuk menertibkan suasana Kota Tasikmalaya.

"Semua yang tertangkap akan kita bawa dan kita bina," kata dia, Rabu (15/5) dini hari.

Ia mengatakan, meskipun memasuki bulan Ramadhan, penyakit masyarakat di Kota Tasikmalaya tak juga menghilang. Menurut dia, selama sepekan memasuki Ramadhan, Satpol PP tetap menemukan sejumlah penyakit masyarakat.

Ia menyebutkan, penyakit masyarakat yang masih kerap ditemukan di antaranya adalah prostitusi dan pesta minuman keras yang dilakukan para anak jalanan. "Sepekan ini kita mengamankan beberapa waria dan psk, anak jalanan pesta miras, dan kita sekarang mendapatkan barbuk," kata dia.

Tak hanya melakukan operasi pada malam hari, Satpol PP juga bergerak pada siang hari mendatangi warung-warung makan yang masih berbuka. Sandi mengatakan, warung-warung makan yang masih berbuka sebelum pukul 16.00 WIB diperingatkan untuk mematahu surat edaran Wali Kota Tasikmalaya untuk buka setelah pukul 16.00 WIB.

Menurut dia, saat melakukan penyisiran rumah makan ditemukan juga orang-orang yang sedang makan pada siang hari. Kepada orang-orang tersebut, pihaknya memberikan arahan dan pembinaan untuk menghargai orang-orang yang berpuasa.

"Sepekan ini, kita berikan arahan dan pembinaan. Kita minta tolong lah hargai orang-orang yang lagi berpuasa," kata dia.

Namun, Sandi meningatkan, jika warung makan masih bandel membuka sebelum waktunya, Satpol PP tak ragu melakukan penertiban. Ia mengatakan, barang-barang di warung tersebut akan disita jika warung-warung makan tetap memaksa buka siang hari.

"Kalau masih bandel, kita akan kasih sanksi administrasi dan penyitaan barang," kata dia.

Ia mengimbau semua pihak untuk menjaga kondusivitas dan mematuhi peraturan yang ada selama bulan Ramadhan. Ia juga mengajak semua pihak untuk melapor ke Satpol PP jika menemukan sesuatu yang mengganggu ketentraman masyarakat, khususnya pada bulan Ramadhan ini.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES