Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

 

Festival Meriam Karbit akan Digelar di Pinggir Sungai Kapuas

Rabu 15 May 2019 19:00 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Meriam karbit.

Meriam karbit.

Foto: Antara/Jessica Wuysang
Pembukaan festival dipusatkan di Gang H Mailamah, Jalan Adisucipto.

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK -- Sebanyak 259 meriam karbit siap meriahkan penyelenggaraan Festival Meriam Karbit. Festival ini digelar di sepanjang pinggir Sungai Kapuas Pontianak pada malam Idul Fitri 1440 Hijriyah di kota itu.

"Sebanyak 259 meriam karbit itu dari 39 kelompok yang menjadi peserta Festival Meriam Karbit tersebut," kata Ketua Forum Permainan Meriam Karbit, Fazri Udin di Pontianak, Rabu (15/5).

Saat ini persiapan untuk festival sudah mencapai di atas 50 persen. Pembukaan festival dipusatkan di Gang H Mailamah, Jalan Adisucipto.

Meriam karbit merupakan permainan tradisional khas masyarakat Melayu Pontianak dan sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. "Kami berharap melalui Forum Meriam Karbit, budaya ini tetap eksis setiap tahunnya dan bisa dinikmati masyarakat luas, dan bisa menarik wisatawan mencanegara untuk berkunjung ke Kota Pontianak," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono meminta panitia Festival Meriam Karbit mempersiapkan segala sesuatunya yang berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan itu. Sebagai permainan tradisional, menurut dia, permainan meriam karbit tidak bisa terpisahkan dengan kehidupan masyarakat Pontianak.

Terutama bagi mereka yang bermukim di pinggiran Sungai Kapuas. Apalagi meriam karbit merupakan bagian dari historis berdirinya Kota Pontianak.

"Oleh sebab itu, melalui festival ini kita berharap permainan meriam karbit tetap terus dilestarikan sebagai khasanah budaya Pontianak yang tidak dimiliki daerah lainnya. Dan tidak sah rasanya bila Lebaran Idul Fitri tanpa terdengar dentuman meriam karbit," katanya.

Meriam karbit terbuat dari kayu balok yang diikat dengan rotan, dengan ukuran panjang rata-rata sekitar lima hingga tujuh meter dan diameter 60 - 70 centimeter. Untuk membunyikannya, dibutuhkan karbit yang dimasukkan ke dalam meriam hingga mencapai titik didih tertentu kemudian siap disulut.

Suara yang dihasilkan meriam karbit ini sangat menggelegar, bahkan getarannya bisa dirasakan oleh warga yang bermukim di sekitar area meriam itu dimainkan. Setiap digelarnya festival meriam karbit ini, tidak jarang mengundang rasa penasaran para wisatawan untuk menyaksikan dan mendengar langsung bunyi permainan tradisional ini.

Baca Juga

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES