Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

 

Kisah Karyawan Freeport Berpuasa di Tambang Bawah Tanah

Rabu 13 Jun 2018 15:20 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Kota Tembagapura yang indah dan dingin tempat para pekerja tambang PT Freeport Indonesia tinggal. Segala fasilitas tersedia di kota kecil ini.

Kota Tembagapura yang indah dan dingin tempat para pekerja tambang PT Freeport Indonesia tinggal. Segala fasilitas tersedia di kota kecil ini.

Foto: Maspril Aries/Republika
Freeport menyiapkan Masjid Baabul Munawar yang berada 1,7 km dibawah tanah

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Intan Pratiwi/Wartawan Republika

Bekerja di tambang bawah tanah tak menyurutkan niat karyawan PT Freeport Indonesia untuk menjalankan ibadah selama Ramadhan. Mereka tetap berpuasa dan menjalankan shalat tarawih meskipun bekerja ratusan meter di bawah tanah.

Di tambang yang berjalan 24 jam tiap hari ini aktivitas di bulan Ramadan berjalan seperti hari-hari lainnya. Pembeda utamanya adalah saat waktu berbuka puasa akan tiba. Para karyawan yang melaksanakan ibadah puasa menghentikan aktivitasnya sementara untuk berbuka puasa.

Suasana berbuka puasa di tambang bawah tanah ini selayaknya berbuka puasa di banyak tempat lainnya di Indonesia. Beberapa waktu menjelang berbuka puasa, para karyawan yang melaksanakan ibadah puasa berhenti bekerja sebentar dan berkumpul di sekeliling hidangan yang telah disediakan.

Salah seorang karyawan departemen konstruksi tambang Deep Mill Level Zone (DMLZ) PT Freeport Indonesia Teguh Supriyayno menceritakan, menjelang buka puasa, karyawan Muslim sudah berkumpul di masjid yang ada di tambang bawah tanah untuk ngabuburit menanti adzan maghrib dikumandangkan yang menandakan waktunya berbuka puasa. Para karyawan pun berbuka puasa dengan minuman, kurma dan berbagai makanan lain.

Bekerja di tambang bawah tanah tidak menghambat kami untuk tetap berpuasa. Bahkan kerja keras di bulan puasa ini menjadi penyemangat kami karena tentunya mencari nafkah yang baik di dalam bulan Ramadan lebih tinggi nilainya di hadapan Allah SWT. Semua aktivitas dan pekerjaan tetap berjalan seperti hari biasa, dan keselamatan tetap hal yang paling diutamakan, katanya, Rabu (13/6).

Teguh bersyukur karena Freeport memperhatikan sampai hal-hal terkecil seperti persiapan berbuka puasa ini. Setiap karyawan yang menjalankan ibadah puasa didata agar ketika waktu berbuka puasa datang l, karyawan tersebut bisa untuk sementara menghentikan aktivitasnya dan berbuka puasa.

"Berbuka bersama dalam suasana seperti ini terasa unik. Karena bagaimanapun kami ada ratusan meter dari permukaan tanah. Kesempatan untuk tetap bisa bekerja sekaligus menjalankan ibadah adalah sesuatu yang patut kami syukuri," ujar Teguh.

Dia mengatakan, berpuasa dan bekerja di bawah tanah menguatkan rasa senasib sepenanggungan di antari para karyawan yang harus jauh dari keluarga di bulan suci Ramadhan, namun tetap mendapatkan kesempatan untuk beribadah bersama.

Foreman DMLZ Chute Construction (yang mengatur mengenai penempatan dan jadwal kerja) Freeport Apollo Sirait mengatakan, puasa tidak menjadi penghambat bagi para karyawan untuk tetap bekerja dengan efisien dan produktif. Menurutnya bekerja di tambang bawah tanah sekalipun melelahkan tidak membuat para karyawan untuk melepaskan ibadah puasanya.

"Berbuka puasa di jobsite ini baik di tambang permukaan maupun tambang bawah tanah sudah menjadi tradisi di Freeport Indonesia. Perusahaan ingin menjamin para karyawan bisa bekerja dengan baik sekaligus menjalankan ibadahnya dengan nyaman," katanya.

Apollo Sirait menjelaskan, Freeport Indonesia juga menyiapkan tempat untuk shalat tarawih berjamaah bagi para karyawan, yaitu di Masjid Baabul Munawar yang berada di deep mile level zone. Masjid ini pada tahun 2017 mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia-Indonesia sebagai masjid dengan lokasi terdalam dari permukaan tanah karena berada 1.700 meter di bawah permukaan tanah.

Teguh Supriyatno menuturkan shalat tarawih di tambang bawah tanah ini tak kalah khusyuknya dengan tarawih di tempat-tempat lain. Aktivitas yang biasa dilakukan dalam saat tarawih juga dilakukan di masjid bawah tanah ini. Teguh mencontohkan ceramah yang biasa ada di dalam rangkaian shalat tarawih juga dilakukan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES