Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

 

Siloam Purwakarta Ajak Anak Yatim Buka Puasa Bersama

Rabu 06 Jun 2018 13:26 WIB

Rep: Ita Nina Winarsih/ Red: Agus Yulianto

Direktur RS Siloam Purwakarta, dr Irwan Gandana, saat menyantuni anak yatim dari Yayasan Al Ukhuwah, Selasa (5/6).

Direktur RS Siloam Purwakarta, dr Irwan Gandana, saat menyantuni anak yatim dari Yayasan Al Ukhuwah, Selasa (5/6).

Foto: Republika/Ita Nina Winarsih
Merawat anak yatim ini sudah tertera dalam Alquran.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Hari ke 20 Ramadhan 1439 H, RS Siloam Purwakarta, mengajak 20 anak yatim untuk berbuka bersama. Tak hanya anak yatim, ratusan pegawai dan penunggu pasien juga turut dilibatkan dalam momen yang ditunggu-tunggu tersebut. Sehingga, aula rumah sakit itu menjadi semarak. Apalagi, dalam kegiatan buka bersama itu, seorang ustaz dipanggil untuk memberikan tausiyahnya.

Direktur RS Siloam Purwakarta, Irwan Gandana, mengatakan, pihaknya ingin berbagi kebahagiaan saat bulan puasa ini. Karenanya, di penghujung ramadhan tersebut, jajaran direksi mengundang 20 anak yatim dari Yayasan Al Ukhuwah, serta ratusan pegawai dan penunggu pasien untuk berbuka bersama.

"Kami ingin berbagi kebahagiaan. Meskipun momennya hanya buka bersama," ujar Irwan, kepada Republika.co.id, Selasa (5/6).

Menurut Irwan, selain buka bersama, anak-anak yatim tersebut diberi santunan. Mengingat, sudah jadi kewajiban umat muslim, untuk menyantuni dan merawat anak yatim. Apalagi, merawat anak yatim ini sudah tertera dalam Alquran. 

Ternyata, lanjut Irwan, membahagiakan mereka itu banyak cara. Meskipun acaranya sederhana, mereka terlihat sangat senang dan antusias. Apalagi, saat mendengarkan tausiyah dari ustadz yang sengaja diundang ke acara tersebut. "Melihat mereka tersenyum saja, kami sudah bahagia" ujarnya.

Tak hanya buka bersama, dalam kesempatan itu Siloam juga telah mengembangkan layanan dalam penanganan nyeri. Irwan menyebutkan, berdasarkan data statistik, 80 persen orang dewasa pernah mengalami nyeri, dibagian punggung, pinggang dan bagian tubuh lainnya.

"Nyeri, adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan," ujarnya.

Rasa nyeri ini, sangat berhubungan dengan kerusakan jaringan, yang sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup. Saat ini, Siloam Purwakarta menyediakan layanan intervention pain management (IPM).

Yaitu, teknik minimal invasif untuk mendapatkan efek bebas nyeri. Efek ini, bisa jangka panjang ataupun permanen. IPM ini, dapat dilakukan dengan media guiding berupa USG, C-Arm ataupun fluoroskopi (CathLab).

Sementara itu, Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik RS Siloam Purwakarta, Thomas Purba, mengatakan, saat ini banyak pasien yang datang ke RS swasta ini dengan keluhan nyeri. Terutama, nyeri punggung dan pinggang. Dengan layanan IPM ini, diharapkan bisa meminimalisasi nyeri yang dirasakan pasien.

Layanan IPM ini, menggunakan pendekapan multispesifik, yang bertujuan untuk meredakan nyeri serta mengembalikan fungsi dan mencegah terjadinya nyeri lagi. Dengan begitu, kualitas hidup pasien bisa meningkat," tuturnya. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES