Tuesday, 13 Zulqaidah 1440 / 16 July 2019

Tuesday, 13 Zulqaidah 1440 / 16 July 2019

 

Pengamat: Perlindungan Maksimal Harus Diberikan kepada Jamaah Haji

Sabtu 11 Jun 2016 14:54 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Jamaah haji di Mina

Jamaah haji di Mina

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Pemerintah melalui Kementerian Agama harus bisa memberikan perlindungan maksimal bagi jamaah haji Indonesia yang berada di tanah suci Mekkah dari berbagai kecelakaan dan peristiwa.

"Kita tidak ingin terulang lagi kejadian dialami jamaah haji Indonesia, seperti tragedi Mina, jatuhnya crane di Mekkah dan saat melempar jumrah," ujar Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Prof Dr Jaffar Siddik di Medan, Sabtu (11/6).

Ia berharap jamaah haji yang melaksanakan ibadah di Mekkah, seluruhnya dalam keadaan sehat dan tidak ada mengalami peristiwa yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, petugas atau pendamping jamaah haji harus benar-benar tanggap dan dapat menjaga, serta melindungi warga Indonesia.

"Ini merupakan tugas pendamping haji yang telah dipercaya Kementerian Agama dan jangan ada lagi jaamah haji mengalami tersesat di Mekkah," ujar Jaffar.

Ia menyebutkan, selama ini masih banyak jamaah haji yang tersesat dan tidak bisa pulang ke Maktab (Penginapan) sehingga petugas terpaksa harus bersusah payah melakukan pencarian hingga dapat ditemukan.

Kemudian, para jamaah haji diharapkan tindak bertindak sendirian dan harus mengikuti arahan ketua romobongan yang telah dipilih, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam pelaksanaan ibadah tersebut.

"Jamaah haji Indonesia, selama ini dikenal memiliki disiplin tinggi, dan selalu mematuhi peraturan yang berlaku dalam kegiatan ibadah haji," ucapnya.

Jaffar menambahkan, para jamaah haji Indonesia juga harus selalu kompak dalam melaksanakan ibadah di Tanah Suci tersebut. "Mari kita tunjukkan kepada jamaah haji dari berbagai negara lain, bahwa jaamah haji Indonesia benar-benar solid dalam melaksanakan ibadah haji di Mekkah," kata Guru Besar UINSU itu.

Sebelumnya, Kementerian Agama menyiapkan pembekalan kepada jamaah haji mengenai manajemen krisis jika terjadi insiden-insiden yang tidak diinginkan seperti kecelakaan tahun lalu, tragedi Mina dan jatuhnya crane di Mekah.

"Nanti jamaah akan dibekali mengenai materi itu, termasuk para Panitia Penyelengaraan Ibadah Haji (PPIH)," kata Direktur Pembinaan Haji dan Umrah Muhajirin Yanis di sela-sela acara seleksi petugas haji nonkloter di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (24/5).

Tujuan dari pembekalan itu, kata dia, agar jamaah haji selalu siap dengan berbagai kendala saat menjalani ibadah di Tanah Suci. Pembekalan itu termasuk materi tentang kiat-kiat agar tetap bugar dalam menjalani ibadah haji di Arab Saudi.

Demi kenyamanan jamaah, jumlah PPIH yang mengurusi perlindungan jamaah diperkuat. Penguatan itu adalah dengan penggeseran komposisi petugas haji dengan memperbanyak PPIH yang fokus untuk perlindungan jamaah.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES