Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

 

Jelang Lebaran, Gepeng dan Anjal Meningkat di Kota Ini

Selasa 30 Jul 2013 11:19 WIB

Red: Dewi Mardiani

Pengemis (ilustrasi)

Pengemis (ilustrasi)

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Jumlah gelandangan, pengemis (gepeng), dan anak jalanan (anjal) di Kota Bogor, Jawa Barat, selalu meningkat setiap menjelang Lebaran, kata Kepala Pelaksana Rehabilitasi Sosial Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat, Sugeng Rulyadi.

"Ini sudah menjadi tren setiap hari besar keagamaan, apalagi Lebaran tahun ini, jumlah mereka meningkat," kata Sugeng Rulyadi di Bogor, Selasa (30/7). Ia mengatakan peningkatan jumlah pengemis, gelandangan dan anak jalanan sudah terjadi sejak pertengahan Ramadhan. Diperkirakan, akan terjadi peningkatan dua kali lipat dari jumlah yang ada pada saat menjelang Lebaran.

Menurut dia, keberadaan pengemis, gelandangan dan anak jalanan merupakan permasalahan sosial yang tidak pernah tuntas diselesaikan karena sudah terbentuknya jiwa pengemis di diri para pelaku pengemis. Peraturan yang ada terkait penertiban keberadaan pengemis tidak mampu menghalau keberadaan pengemis, gelandangan dan anak jalanan dari pinggir jalan Kota Bogor.

Sugeng menyebutkan, Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kota Bogor terus berupaya dalam menertibkan pengemis, gelandangan dan anak jalanan tersebut dengan melakukan operasi penjaringan. "Selama Ramadhan ini sudah dua kali dilakukan operasi penjaringan, sebelum Ramadhan juga sudah rutin dilakukan penjaringan," katanya.

Berdasarkan hasil penjaringan tersebut selama bulan Juli, sebanyak 26 pengemis dan pengamen serta 27 anak jalanan yang terjaring razia petugas Satpol PP. Sementara itu, berdasarkan data Rehabilitas Sosial Disnakersostran Kota Bogor selama satu tahun penjaringan, yakni dari periode Januari hingga Juli 2013 tercatat sebanyak 68 anak jalanan dan 179 pengemis dan gelandangan yang terjaring.

Menurut dia, umumnya para pengemis, gelandangan dan anak jalanan ini berasal dari Ciheuleut Kota Bogor dan luar daerah Bogor. "Mereka kebanyakan ada yang mengorganisir, bahkan ada yang sengaja mendatangkan pengemis untuk mengemis di Kota Bogor," kata Sugeng.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES