Friday, 16 Zulqaidah 1440 / 19 July 2019

Friday, 16 Zulqaidah 1440 / 19 July 2019

 

Menuai Berkah Jelang Ramadhan

Rabu 03 Jul 2013 18:57 WIB

Red: Heri Ruslan

 Warga memanjatkan doa ketika berziarah ke makam salah satu keluarganya di TPU Karet, Jakarta,Selasa (2/7).  (Republika/Agung Supriyanto)

Warga memanjatkan doa ketika berziarah ke makam salah satu keluarganya di TPU Karet, Jakarta,Selasa (2/7). (Republika/Agung Supriyanto)

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Warga mendapat penghasilan dadakan dari upah membersihkan kuburan di sejumlah tempat pemakaman umum di Kota Palembang, menjelang bulan suci Ramadhan.

Pantauan Antara, di sejumlah tempat pemakaman umum (TPU) seperti di kawasan Puncak Sekuning, Kamboja, Kandang Kawat dan pemakaman Sungai Guren Palembang, Rabu ramai dikunjungi warga untuk berziarah membersihkan kuburan keluarganya.

Menurut Usman (40) warga yang mengaku tinggal di Kelurahan Sianjur sejak pertengahan bulan Juni hingga Rabu atau sepekan menjelang bulan puasa lokasi pemakaman di Kandang Kawat Palembang setiap hari ramai dikunjungi warga baik penduduk setempat maupun yang datang dari luar kota untuk sekadar berziarah ke pemakaman keluarganya.

Situasi keramaian warga datang ke pemakaman itu, ternyata membawa berkah bagi sebagian warga dengan menawarkan jasa membersihkan kuburan, termasuk menimbun kuburan yang tanahnya sudah turun ke dalam liang lahat.

"Lumayan jasa yang didapatkan dari para pengunjung rata-rata antara Rp75 ribu hingga Rp100 ribu per hari," kata Usman yang mengaku baru sejak sepuluh hari terakhir menekuni pekerjaan baru tersebut.

Ia menjelaskan, pekerjaannya sehari-hari sebagai penjaja koran di pasar, namun sejak sepuluh hari terakhir alih profesi menawarkan jasa membersishkan kuburan di kawasan Kandang Kawat.

Biasanya kalau tiap hari Jumat menjelang Ramadhan, warga ramai berkunjung untuk berziarah ke makam keluarganya, lumayan penghasilan akan meningkat hingga dua kali lipat dari hari-hari seperti sekarang ini, katanya.

Kalau setiap hari Jumat, sejak pagi banyak warga yang alih profesi baik menawarkan jasa sebagai pembersih kuburan, menimbun kembali dan bahkan bersedia membacakan doa dan Yasin, karena jasa ditawarkan itu penghasilannya lumayan.

Bagi warga yang minta dibacakan surat Yasin, kata dia, bisa menerima imbalan antara Rp10 ribu hingga Rp15 ribu, membersihkan semak dan rumput di satu kuburan dipatok antara Rp20 ribu hingga Rp30 ribu tergantung kesepakatan dengan keluarga almarhum pemilik makam tersebut.

Di samping itu, masih ada lahan penghasilan musiman lain di lokasi pemakaman umum, seperti jasa parkiran dan penjual aneka kembang untuk kebutuhan pengunjung.

Kalau jasa parkir, biasanya pengunjung memberikan imbalan bervasiasi antara Rp2.000 hingga Rp5.000 untuk sepeda motor, dan mobil bahkan ada yang memberi hingga Rp10 ribu, kata Diko, penjaga parkir di pemakaman Kandang Kawat tersebut.

Menurut dia, dari hasil parkir setelah menyetor ke penguasa di lokasi pemakaman, bisa membawa pulang kisaran Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per hari, dan hari Jumat mencapai Rp100 ribu.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Persiapan Lebaran Betawi Monas

Kamis , 18 Jul 2019, 21:00 WIB