Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

 

Kemenag dan BMKG Pantau Hilal di Pantai Loang Baloq Mataram

Kamis 14 Juni 2018 17:10 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Ratna Puspita

BMKG Mataram bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Nusa Tenggara Barat (NTB) melaksanakan pemantauan hilal di Pantai Loang Baloq, Mataram, NTB, Kamis (14/6).

BMKG Mataram bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Nusa Tenggara Barat (NTB) melaksanakan pemantauan hilal di Pantai Loang Baloq, Mataram, NTB, Kamis (14/6).

Foto: Republika/Muhammad Nursyamsyi
Pemilihan Pantai Loang Baloq sebagai pusat pemantauan hilal karena memudahkan tim.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTB melaksanakan pemantauan hilal awal Syawa di Pantai Loang Baloq, Mataram, NTB, pada Kamis (14/6). Pemantauan ini dilakukan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Kanwil Kemenag NTB Nasarudin mengatakan prosesi pemantauan hilal merupakan salah satu kewajiban dari Kemenag. Pada pemantauan hilal kali ini digelar secara serentak di 95 titik di seluruh Indonesia, termasuk di NTB.

Ia menyebutkan, pada tahun sebelumnya, Kemenag NTB mencoba mengambil lokasi di menara Islamic Center NTB, tetapi hilal tak kunjung terlihat. Karena itu, Kemenag memutuskan pada tahun ini kembali dilakukan di Pantai Loang Baloq seperti sebelum-sebelumnya.

“Kami di sini (Lombok) belum pernah terlihat hilal, tetapi kita berupaya dan ikhtiar agar dapat menyaksikan hilal sebagai penjelasan kepada masyarakat," ujar Nasarudin kepada Republika di Pantai Loang Baloq, Mataram, NTB, Kamis (14/6).

Dia menambahkan, Kemenag NTB segera menyampaikannya hasil prosesi pemantauan hilal. Kemudian, Kemenag di Jakarta yang akan mengambil keputusan.

"Kita nanti sama-sama tunggu keputusan pemerintah pusat," lanjutnya.

photo

BMKG Mataram bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Nusa Tenggara Barat (NTB) melaksanakan pemantauan hilal di Pantai Loang Baloq, Mataram, NTB, Kamis (14/6).

Kepala Stasiun Geofisika Mataram Agus Riyanto mengatakan, faktor cuaca menjadi penyebab mengapa hilal tak kunjung terlihat tiap akhir Ramadhan tiba. "Iya belum pernah (terlihat), semoga kali ini bisa terlihat asal cuaca cerah, ini seperti mau-mau mendung sayangnya," kata Agus.

Agus menyampaikan, pemantauan hilal akan mulai dilakukan pukul 17.00 Wita. BMKG akan menurunkan enam personel yang bergabung dengan tim dari Kementerian Agama wilayah NTB, dan dari UIN Mataram.

Agus menilai, pemilihan Pantai Loang Baloq sebagai pusat pemantauan hilal karena memudahkan tim dalam melihat hilal mengingat tidak terhalang pandangannya. "Kita mau lihat hilal, kan kalau di pantai yang tak tertutup pandangannya. Kalau lihat ketinggian hilal sudah 7 derajat lebih, mestinya harus terlihat, tapi tergantung cuaca ini," kata Agus menambahkan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES