Friday, 8 Syawwal 1439 / 22 June 2018

Friday, 8 Syawwal 1439 / 22 June 2018

 

Warga Jambi Berburu Selongsong Ketupat

Kamis 14 June 2018 10:32 WIB

Red: Ani Nursalikah

Selongsong ketupat

Selongsong ketupat

Foto: ROL/Fakhtar K Lubis
Ketupat menjadi masakan khas saat Idul Fitri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI -- Satu hari menjelang Lebaran, ibu-ibu di Jambi terlihat berburu selongsong ketupat. Salah satu warga Kota Jambi, Sri, ditemui di Pasar Keluarga Kota Jambi mengatakan ketupat menjadi masakan khas saat Idul Fitri.

"Rasanya ada yang kurang jika pada momen lebaran Idul Fitri tidak membuat masakan ketupat," katanya di sela-sela memilih selongsong ketupat, Kamis (14/6).

Menurutnya, ketupat dimakan bersama keluarga besarnya biasanya dicampur dengan masakan opor ayam. Namun, ada juga yang mencampur ketupat dengan semur ayam.

"Dengan semur ayam dan opor ayam tetap enak, tergantung enak tidaknya beras yang dimasak di dalam ketupat tersebut," ujarnya.

Ia menyebutkan ketupat yang dijual pedagang di Jambi biasanya dua jenis, yakni ketupat kepal (bersudut tujuh) dan jajaran genjang bersudut enam. Dua jenis itu memiliki alur anyaman berbeda.

Sri mengaku lebih memilih ketupat jenis jajaran genjang karena isi beras bisa lebih banyak dan padat. Senada dengan itu, Inah, warga Muarojambi mengatakan jika tidak memasak ketupat maka kurang lengkap merayakan momen Lebaran, karena ketupat lebih asik dimakan beramai-ramai.

"Ketika keluarga besar datang, tentu yang kita sugukan selain kue Lebaran adalah ketupat dengan opor ayam. Momen kebersamaannya terasa saat kita beramai-ramai makan ketupat," ujarnya.

Salah satu pedagang selongsong ketupat di Pasar Tradisional Keluarga, Kota Jambi, Irma mengatakan selongsong ketupat memang banyak dicari menjelang Idul Fitri. Ia mengemukakan membuat selongsong ketupat tidaklah susah, hanya perlu daun kelapa yang muda atau disebut janur yang kualitas baik atau panjang dan lebar kemudian dianyam sesuai bentuk jenis ketupat.

Untuk harga selongsong ketupat, pedagang biasanya membuat 10 selongsong ketupat dalam satu ikat dengan harga Rp 7.000. "Rata-rata satu ikat (10 selongsong) harganya Rp 7.000 hingga Rp 10 ribu. Meski banyak dicari masyatakat tapi pedagangnya juga banyak sehingga kadang anyaman selongsong ketupat juga tidak laku terjual hingga malam lebaran," jelasnya.

Hampir seluruh daerah di Indonesia menjadikan masakan ketupat sebagai hidangan spesial saat lebaran. Bahkan ketupat juga banyak digunakan untuk hidangan acara-acara sakral lainnya khususnya di Pulau Jawa.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA