Jumat, 8 Syawwal 1439 / 22 Juni 2018

Jumat, 8 Syawwal 1439 / 22 Juni 2018

 

Pendaftaran Iktikaf Masjid Salman Ditutup Sementara

Senin 04 Juni 2018 16:52 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Indira Rezkisari

Serambi Masjid Salman Institut Teknologi Bandung (ITB), ramai oleh kegiatan mahasiswa untuk mengisi Ramadhan, Selasa (29/5).

Serambi Masjid Salman Institut Teknologi Bandung (ITB), ramai oleh kegiatan mahasiswa untuk mengisi Ramadhan, Selasa (29/5).

Foto: Republika/Edi Yusuf
Pendaftar iktikaf sudah mencapai 1.200 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Masjid Salman ITB, Jalan Ganeca, Bandung, menutup sementara pendaftaran jamaah iktikaf. Hal tersebut dilakukan karena jumlah pendaftaran telah melebihi kuota yang ada.

"Pendaftaran sudah 1.200 orang dan sudah ditutup karena kapasitas sudah banyak. Kalau sudah menurun pendaftarnya akan dibuka lagi," ujar Ketua Umum Yayasan Pembina Masjid Salman ITB, Suwarno saat dihubungi, Senin (4/6).

Kapasitas Masjid Salman ITB sebenarnya dapat diisi hingga dua ribu jamaah. Namun mengingat calon jamaah itikaf akan membawa kebutuhan masing-masing, maka kuota iktikaf dibatasi.

"Mereka membawa peralatan sendiri seperti handuk, bantal, selimut dan lainnya. Sekaligus untuk mencuci di sini sehingga mereka ada juga yang bawa ransel. Untuk berbuka dan sahur kita siapkan juga," jelasnya.

Dari segi keamanan, Suwarno menjaminnya dengan CCTV dan petugas keamanan Masjid Salman ITB. "Meski begitu, jamaah tetap harus hati-hati dengan barang bawaannya," kata Suwarno.

Untuk konten iktikaf masih serupa seperti tahun-tahun sebelumnya. Masjid Salman menyiapkan berbagai kegiatan keagamaan seperti tadarus, ceramah, diskusi, hafalan Quran, dan lainnya.

Suwarno menilai Masjid Salman ITB menjadi pilihan tempat itikaf karena adanya kedekatan khusus. Jamaah yang mendaftar diantaranya dari mahasiswa, alumni, umum hingga membawa keluarga. "Alumni mungkin sambil mengingat zaman perjuangannya di Salman setelah sukses dan di Salman dapat beribadah lebih khusyuk," jelasnya.

Untuk itu, dia mengimbau agar jamaah yang akan mengikuti iktikaf dapat bekerja sama dengan baik bagi sesama jamaah maupun panitia iktikaf. Sehingga pencapaian beribadah iktikaf dapat dijalani dengan baik.

"Sepuluh hari terakhir, kita bermunajat pada Allah supaya lebih dekat pada Allah dan agar doa kita diijabah dan kita mendapat malam yang sungguh-sungguh baik yaitu lailatul qadr," tutupnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA