Kamis, 7 Rabiul Awwal 1440 / 15 November 2018

Kamis, 7 Rabiul Awwal 1440 / 15 November 2018

 

Idul Fitri Jatuh pada 17 Juli 2015

Kamis 16 Jul 2015 20:11 WIB

Rep: C13/ Red: Ilham

Menag Lukman Hakim Saifuddin.

Menag Lukman Hakim Saifuddin.

Foto: Republika/Agung Supriyanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) sudah menetapkan 1 Syawal 1436 Hijriah jatuh pada 17 Juli 2015. Menurut Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, keputusan ini berdasarkan hasil sidang isbat yang berlangsung selama 15 menit di Kantor Kemenag kawasan Thamrin, Jakarta, Kamis (16/7).

"Seluruh peserta sidang isbat telah sepakat bahwa malam ini sudah masuk 1 Syawal 1436 Hijriah," ujar Lukman saat Konferensi Pers (Konpers) Sidang Isbat Awal Syawal 1436 H di Kemenag, Jakarta (16/7). Ia juga menegaskan, seluruh umat Islam di Indonesia akan melaksanakan shalat Idul Fitri secara serentak besok, Jumat (17/7).

Menag Lukman menjelaskan, penetapan ini berdasarkan laporan diterima pihaknya tentang posisi hilal di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat. Menurutnya, ketinggian hilal di kawasan itu sudah mencapai 3,11 derajat. Kemudian, jarak busur bulan dari mataharinya berkisar 5,72 derajat. Mengenai umur hilal, ia menerangkan, sudah masuk kriteria, yaitu 9 jam 26 menit 52 detik.

Mengenai kriteria posisi hilal, Lukman menyatakan, minimal ketinggian hilal harus menggapai dua derajat. Ia juga mengungkapkan, jarak busur bulan dari matahari harus bisa mencapai minimal tiga derajat. Sedangkan, lanjut dia, minimal umur hilal berkisar 8 jam.

"Data di Pelabuhan Ratu sudah masuk ke dalam kriteria," tegas Lukman. Ia juga menjelaskan, kriteria ini berdasarkan hal yang sudah ditentukan forum Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

Mengenai posisi hilal di wilayah lain, Lukman menyatakan, empat daerah juga sudah menetapkan hal yang sama. Pertama, di daerah Condrodipo, Gresik, Jawa Timur telah melihat posisi hilal. Menurutnya, lima saksi di kawasan itu juga sudah diambil sumpah oleh hakim Pengadilan Agama setempat.

Wilayah kedua, Lukman menerangkan, Tanjung Kodok, Lamongan, Jawa Timur mengaku melihat hilal juga. Kemudian, daerah Bojonegoro, Jawa Timur juga mengalami hal yang serupa. Menurut dia, Camat dan Wakil Bupati juga telah diambil sumpah mengenai kesaksiannya oleh hakim Pengadilan Agama. "Wilayah selanjutnya di Kepulauan Seribu, Jakarta," terang Lukman.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES