Warga Padukan Perayaan HUT RI dengan Semarak Ramadhan

Red: Johar Arif

 Senin 15 Aug 2011 16:11 WIB

Pedagang menjual ketupat Merah Putih di pasar Tanah Abang, Jakara Pusat. Aksesori ini memadukan semarak Ramadhan dan semangat peringatan HUT Kemerdekaan RI. Foto: Antara Pedagang menjual ketupat Merah Putih di pasar Tanah Abang, Jakara Pusat. Aksesori ini memadukan semarak Ramadhan dan semangat peringatan HUT Kemerdekaan RI.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Perayaan HUT Kemerdekaan RI tahun ini terasa berbeda karena bertepatan dengan 17 Ramadhan. Di berbagai daerah, masyarakat memadukan perayaan Agustusan dan semarak bulan suci Ramadhan. Namun di sisi lain, karena bertepatan dengan bulan puasa, perayaan HUT Kemerdekaan sepi dari kegiatan yang menguras tenaga. Meski demikian, warga tetap antusias untuk memeriahkannya dengan nafas Islami dan Ramadhan.

"Sudah dua tahun ini perayaan Kemerdekaan RI sepi kegiatan, terutama kegiatan yang membutuhkan energi karena masyarakat berpuasa," kata Oyot (45) salah seorang ketua RW di Ciparay, Kabupaten Bandung, Senin.

Biasanya, kegiatan olahraga dan perlombaan yang membutuhkan energi dan stamina digelar untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan, seperti bola voli, sepak bola, futsal, dan marathon. "Pertandingan yang menguras tenaga tak memungkinkan digelar, namun kami mencoba mensiasatinya dengan menggelar lomba yang disesuaikan dengan bulan puasa," kata Oyot. Antara lain lomba baca puisi Islami, lomba menggambar, MTQ, serta yang lainnya.

"Kegiatan dan perayaan HUT Kemerdekaan RI tetap harus digelar untuk memberikan pendidikan kepada generasi muda tentang makna kemerdekaan," ujar Oyot. Ia menyebutkan, lomba dan kegiatan HUT Kemerdekaan RI di wilayahnya difokuskan pada kegiatan yang bermanfaat dan edukatif khususnya bagi generasi muda.

"Kami berencana mengemas rencana peringatan Nuzulul Quran, momen itu (kemerdekaan) perlu diedukasi kepada masyarakat. HUT Kemerdekaan tahun ini lebih bermakna karena bertepatan dengan Nuzulul Quran," kata Sulaiman, tokoh masyarakat di Ciheulang Baleendah, Bandung. Ia mengatakan, meski tidak memungkinkan menggelar lomba dan kegiatan yang menguras keringat, perayaan HUT Kemerdekaan RI tetap bisa dilakukan dengan kegiatan yang lebih edukatif dan Islami.

Di Banjarmasin, beragam cara dilakukan dalam memadukan perayaan Agustusan 2011 dan semarak bulan suci Ramadhan 1432 Hijriah. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin, misalnya, menggelar berbagai lomba untuk merayakan Agustusan 2011 dan menyemarakan bulan Ramadhan 1432 H.

Lomba yang diikuti karyawan/karyawati rumah sakit terbesar se-Kalsel tersebut antara lain membaca ayat-ayat suci Al Quran beserta sari tilawah, nasyid (mengumandangkan syair-syair bernuansa Islami), serta lomba azan yang digelar hanya bagi karyawan. Tak ketinggalan digelar lomba "olahraga otak" yaitu bermain catur antara karyawan.

Humas RSUD Ulin, HM Yusuf menerangkan, pihaknya menggelar lomba yang bernuansa Islami pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kemerdekaan RI 2011 karena bersamaan dengan suasana bulan puasa Ramadhan 1432 H. "Kami mencoba memadukan dua momentum, yaitu Agustusan dan Ramadhan dalam bentuk perlombaan, untuk lebih memaknai nilai-nilai nasionalisme dan religius," ujarnya.

Berita Lainnya

Play Podcast X